Program ini digadang-gadang menjadi solusi atas mahalnya harga gas LPG 3 kilogram yang selama ini bisa mencapai Rp100 ribu per tabung di luar harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengungkapkan, program Jargas tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah diperjuangkan oleh Pemkab Tana Tidung.
“Alhamdulillah kita bersyukur. Dari 15 kabupaten/kota se-Indonesia yang mendapatkan program ini, di Kalimantan Utara hanya Kabupaten Tana Tidung yang menerima, dan itu di Kecamatan Tana Lia,” kata Ibrahim Ali, Senin (22/12).
Menurutnya, terpilihnya Tana Lia bukan tanpa alasan. Kecamatan tersebut dinilai memiliki potensi sumber daya alam gas, sehingga layak mendapatkan perhatian pemerintah pusat meski jumlah penduduk dan rumah tangga relatif sedikit.
“Kenapa Tana Lia yang dapat? Karena kita berjuang dan kita melihat bahwa Tana Lia memang memiliki sumber daya gas. Alhamdulillah ini didengar oleh Kementerian ESDM,” ujarnya.
Bupati menyebutkan, anggaran pembangunan jaringan gas ini mencapai hampir Rp80 miliar, mengingat jarak pemasangan yang cukup jauh dari Job Medco Pertamina.
Program ini akan menjangkau hampir 800 rumah di Kecamatan Tana Lia, lengkap dengan sambungan gas hingga ke rumah warga serta kompor gas yang disediakan pemerintah.
“Gasnya nanti langsung sampai ke rumah, sampai dengan kompornya dikasihkan. Ini betul-betul mengurai persoalan masyarakat,” jelasnya.
Selama ini, warga Tana Lia kerap mengeluhkan mahalnya harga LPG 3 kilogram akibat keterbatasan distribusi. Kondisi tersebut diharapkan tidak lagi terjadi setelah jaringan gas beroperasi.
“Kalau dulu gas 3 kilo di sana bisa sampai Rp100 ribu (di luar HET). Insya Allah mulai 2026 sudah tidak ada lagi gas yang mahal, tidak ada lagi gas yang ‘mahal-mahal’,” tegas Ibrahim Ali.
Terkait progres proyek, Bupati memastikan material jaringan gas sudah berada di lokasi. Ia juga telah bertemu dengan Pejabat Pembuat Komitmen Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut.
“Insya Allah mulai dikerjakan Januari 2026, dan ditargetkan selesai antara Mei atau Juli 2026, ana dengan rumah sakit kita” katanya.
Di akhir pernyataannya, Ibrahim Ali mengajak masyarakat Tanah Lia untuk mensyukuri program tersebut serta menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat.
“Kita berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah memberikan perhatian khusus kepada daerah 3T seperti Kabupaten Tana Tidung,” tutupnya. (ana/lim)