Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Peredaran Kosmetik Ilegal Masih Marak, BPOM Tarakan Sebut Pengguna Menyasar Semua Kalangan

Zakaria RT • Minggu, 21 Desember 2025 | 19:50 WIB
Kepala BPOM Tarakan Iswadi
Kepala BPOM Tarakan Iswadi

TARAKAN - Meski pemerintah cukup gencar dalam memberantas peredaran kosmetik ilegal, namun hingga saat ini peredaran kosmetik ilegal tidak kunjung surut namun justru semakin subur. Sehingga Balai Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Tarakan mengimbau masyarakat agar tidak membeli kosmetik tanpa izin edar lantaran atas alasan kesehatan.

Kepala BPOM Tarakan, Iswadi menerangkan, saat ini peredaran kosmetik ilegal cukup pesat lantaran memanfaatkan market place jual-beli online. Lanjutnya, fasilitas itu diakui menyulitkan BPOM dalam melakukan deteksi. Hal ini karena akun yang digunakan milik pribadi, sehingga saat terjadi indikasi pelanggaran mudah untuk berganti akun.

“Bisa dikatakan saat ini peredaran kosmetik ilegal sangat luar biasa. Permasalahannya adalah kalau dulu orang beli ke toko, bisa langsung cek, sekarang kosmetik itu dibeli langsung diantar ke rumah. Sejujurnya, ini yang menyulitkan kami melakukan pencegahan," ujarnya, Minggu (21/12).

"Saat ini pengguna kosmetik ilegal bukan hanya pada perempuan dewasa saja, tapi juga merambah kaum adam, kepada remaja dan anak-anak. Jadi fenomena ini membuat komoditi kosmetik ilegal tumbuh subur. Selain itu, banyaknya pengguna ini tidak terlepas dari harganya yang murah serta hasilnya yang baik dalam waktu singkat. Tapi efeknya itu semua hanya sesaat dan setelahnya itu sangat berbahaya," sambungnya.

Dikatakannya, maraknya penggunaan kosmetik ilegal tidak terlepas dari ekspektasi masyarakat yang menginginkan hasil yang singkat meski tidak menyadari kosmetik tersebut mengandung bahan berbahaya seperti melamin, hidroquinon, merkuri, phthalates dan formalin. Dikatakannya, bahan-bahan tersebut tidak diperuntukkan untuk kosmetik sehingga dilarang digunakan.

"Anak-anak remaja ini tontonannya film Korea atau Jepang, maunya putih seperti aktor dan aktris di film. Sekarang banyak kosmetik yang mengklaim sebagai pemutih, ini harus diwaspadai, jangan sampai mengandung bahan kimia berbahaya seperti mercuri. Memang hasilnya cepat putih, tapi dampaknya sangat berbahaya karena memang bukan untuk digunakan pada kosmetik," katanya.

“Itu yang kita hindari, jadi memang tantangan kosmetik ini adalah pemasaran secara online. Ada Kementerian yang membidangi, misalnya dilakukan takedown, tetapi akun-akun ini seakan mati satu tumbuh seribu. Karena memang mudah dibuat dan rata-rata milik pribadi,” lanjutnya. (zac/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #kosmetik ilegal #bpom