Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Operasi Lilin Kayan 2025 di Tarakan Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Bencana

Eliazar Simon • Minggu, 21 Desember 2025 | 15:03 WIB

 

ANTISIPASI: Pada pelaksanaan Operasi Lilin Kayan 2025 Polres Tarakan juga akan melakukan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam.
ANTISIPASI: Pada pelaksanaan Operasi Lilin Kayan 2025 Polres Tarakan juga akan melakukan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam.

TARAKAN – Selain fokus pada pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Operasi Lilin Kayan 2025 di Kota Tarakan juga menitikberatkan pada kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana alam. Hal ini disampaikan Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik saat Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Kayan 2025.

Kapolres menjelaskan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi. Kondisi tersebut bertepatan dengan puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026.

“Potensi cuaca ekstrem dan bencana meningkat selama periode Nataru. Karena itu, pengamanan tidak hanya difokuskan pada kamtibmas, tetapi juga kesiapsiagaan menghadapi bencana alam,” kata AKBP Erwin, Sabtu (20/112)

Pengamanan Nataru di Tarakan, lanjut Kapolres, dilakukan dalam satu sistem komando terpadu dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan respons cepat terhadap situasi darurat.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Tarakan terhadap pelaksanaan Operasi Lilin Kayan 2025. Ia menyatakan, seluruh respons kebencanaan akan dikoordinasikan melalui satu komando operasi dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta berpedoman pada informasi BMKG.

“Setiap daerah memiliki karakteristik bencana yang berbeda. Di Tarakan, potensi gelombang tinggi di perairan juga harus diantisipasi secara serius,” ujarnya.

Ibnu Saud juga menekankan pentingnya sinergi lintas instansi, termasuk Dinas Perhubungan, Satpol PP, relawan kebencanaan, serta elemen masyarakat lainnya agar pengamanan dan penanganan bencana selama Nataru dapat berjalan optimal. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #bencana #operasi lilin