TARAKAN – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Perum Bulog Tarakan memastikan stok beras di wilayah kerjanya yakni Tarakan dan Nunukan aman hingga 3 bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Tarakan, Zamahsyari Afsolin mengatakan, saat ini stok ketersediaan beras di gudang Bulog Tarakan sebanyak 600 ton. Stok tersebut untuk memenuhi kebutuhan beras di Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan yang membutuhkan sekitar 400 ton perbulan. Masing-masing daerah memerlukan Tarakan dan Nunukan membutuhkan 200 ton.
"Kalau stok saat ini masih aman, kita ada di gudang sekitar 600 ton yang belum dikeluarkan. Dalam waktu dekat Perum Bulog juga akan mendatangkan 2000 ton beras dari Jawa Timur. Stok ini untuk memenuhi kebutuhan di tahun depan," ujarnya, Kamis (17/12).
“Kalau kebutuhan beras rata-rata di wilayah kerja Bulog Tarakan sekitar 200 ton per bulan. Dengan jumlah stok yang tersedia dan tambahan pasokan tersebut, ketersediaan beras diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan, bahkan sampai Idulfitri," sambungnya.
Dikatakannya, selain beras pihaknya juga menyiapkan stok komoditas pangan lainnya. Saat ini tersedia gula sebanyak 20 ton serta minyak goreng sekitar 60 ribu liter. Stok tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua hingga tiga bulan ke depan.
"Kami terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan agar masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi momen Nataru. Masyarakat tidak perlu panik. Kami pastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar. Di sisi lain, kami juga terus melakukan penyerapan gabah dari petani lokal, khususnya di wilayah Nunukan dan Sebatik," ucapnya.
"Sepanjang tahun 2025, kami telah menyerap hampir 500 ton gabah yang akan diolah menjadi beras dan disalurkan kembali ke masyarakat melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ke depan potensi serapan bisa meningkat hingga dua kali lipat karena petani mulai membuka lahan baru dan sudah ada kepastian hasil panen diserap Bulog,” terangnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT