TARAKAN – Upaya penguatan literasi dan numerasi siswa terus dilakukan melalui berbagai pendekatan inovatif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Mathematics Educations Goes to School #3 (ME GOES THREE) yang diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) di SMP Negeri 11 Tarakan, Sabtu, (13/12).
Mengusung tema “Mahasiswa Berdampak Melalui Sejarah Matematika untuk Penguatan Literasi dan Numerasi Siswa”, kegiatan ini melibatkan 27 mahasiswa Pendidikan Matematika semester satu lokal A2 dan berkolaborasi langsung dengan guru matematika SMPN 11 Tarakan.
Sebanyak 40 siswa kelas VII dan VIII menjadi peserta dalam kegiatan pembelajaran yang dirancang interaktif, kontekstual, dan menyenangkan.
Ketua Jurusan Pendidikan Matematika, Alfian Mucti, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejarah matematika memiliki peran penting dalam membantu siswa memahami konsep secara lebih bermakna.
“Melalui kisah tokoh dan perkembangan matematika dari berbagai peradaban, siswa diberikan konteks, kisah nyata, dan aplikasi nyata konsep matematika dari para tokoh dunia,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Kegiatan ini didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Sejarah Matematika, Dr. Suciati, S.Si., M.Pd.Si. dan Ika Noviantari, S.Si., M.Pd. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan ice breaking, dilanjutkan dengan pembelajaran berbasis learning through play melalui pemutaran video sejarah matematika, permainan edukatif, serta zona bermain yang dirancang untuk menstimulasi kemampuan numerasi siswa.
Video sejarah matematika yang ditayangkan merupakan hasil karya mahasiswa untuk memperkenalkan perkembangan matematika Babilonia, Mesir, aliran Pyhtagoras, elemen Euclid, perkembangan matematika Hindu dan Arab; sejarah matematika abad kegelapan 13 - 16 Masehi; sejarah Eropa abad ke-17 dan definisi geometri, kalkulus dan konsep matematika berdasarkan sejarah.
Wakil Kepala SMP Negeri 11 Tarakan, Hidriyani, S.Pd., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di sekolah memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa.
“Siswa terlihat lebih antusias karena belajar matematika dikaitkan dengan cerita dan permainan. Ini sangat sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, yaitu pembelajaran mendalam” tuturnya.
Selain sebagai bentuk integrasi pengabdian kepada masyarakat dengan pembelajaran, kegiatan ME GOES THREE juga menjadi wahana pembelajaran berbasis proyek bagi mahasiswa.
Melalui keterlibatan langsung di sekolah, mahasiswa dilatih merancang, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran matematika yang berdampak nyata bagi siswa.
Kegiatan diakhiri dengan pembagian hadiah kepada siswa serta ditutup dengan sesi refleksi dan evaluasi bersama dosen pengampu.
Diharapkan, melalui program ini, minat siswa terhadap matematika semakin tumbuh dan kemampuan literasi serta numerasi mereka semakin kuat.
Ke depan, Jurusan Pendidikan Matematika berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan serupa sebagai wujud nyata peran mahasiswa dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
Dosen Jurusan Matematika, Dr. Suciati, S.Si., M.Pd.Si. mengatakan kegiatan ini merupakan agenda rutin dari mata kuliah sejarah matematika. Ini sudah tahun ketiga pelaksanaanya.
“Tahun ini kami mengusung tema yang selaras dengan program strategis Kemendiktisaintek, yaitu kampus berdampak. Perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, namun juga sebagai pusat solusi masalah, sehingga kami menghadirkan karya nyata mahasiswa untuk memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya sekolah,” ungkapnya.
Melaui kegiatan ini, ia berharap mahasiswa bisa menghasilkan karya yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat serta membuat proses belajar matematika bisa lebih menarik dan meyenangkan bagi siswa.
Guru Matematika SMP 11 Tarakan yang juga alumni Jurusan pendidikan Matematika UBT, Justina, S.Pd memberikan apresiasi kegiatan ini.
Tema yang diangkat tentang penguatan literasi dan numerasi yang merupakan salah satu poin penting dalam rapot mutu sekolah.
“Melalui kegiatan ini siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa dan ilmu yang sudah didapatkan bermanfaat untuk siswa,” harapnya. (adv/dob)
Editor : Azwar Halim