Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Inflasi Kaltara Tetap Terkendali di November, Emas dan Angkutan Udara Jadi Pendorong Utama

Eliazar Simon • Jumat, 12 Desember 2025 | 14:48 WIB
TERKENDALI : Perkembangan inflasi di bulan November masih terkendali dan angkutan udara menjadi salah satu pendorong utama.
TERKENDALI : Perkembangan inflasi di bulan November masih terkendali dan angkutan udara menjadi salah satu pendorong utama.

TARAKAN – Perkembangan inflasi di Kalimantan Utara (Kaltara) pada November 2025 tercatat tetap stabil. Bank Indonesia (BI) Kaltara merilis inflasi bulanan sebesar 0,11 persen (mtm), sedikit lebih tinggi dibanding Oktober yang berada di angka 0,08 persen.

Kenaikan tipis tersebut didorong oleh melonjaknya harga emas global serta penyesuaian tarif angkutan udara menjelang periode libur akhir tahun.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik menegaskan bahwa inflasi di wilayah Kaltara masih berada dalam batas aman dan sesuai pola musiman.

“Kenaikan inflasi bulan November ini relatif moderat dan masih terkendali. Tekanan terbesar datang dari komoditas emas perhiasan serta tarif angkutan udara. Namun secara keseluruhan, stabilitas harga tetap terjaga,” jelasnya.

Dari tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK), dua wilayah mencatatkan inflasi, yakni Tarakan sebesar 0,25 persen (mtm) dan Bulungan 0,13 persen (mtm). Sementara itu, Nunukan mengalami deflasi -0,13 persen (mtm) akibat turunnya harga sejumlah komoditas pangan.

Hasiando menyebut inflasi tahunan Kaltara tercatat 2,47 persen (yoy), masih berada dalam sasaran inflasi nasional 2,5 ± 1 persen. Kenaikan harga emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar inflasi bulan ini. Tren tersebut mengikuti pergerakan harga emas dunia yang meningkat sebagai dampak tingginya permintaan terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Selain emas, tarif angkutan udara turut menambah tekanan inflasi. Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru mendorong maskapai melakukan penyesuaian tarif. “Penyesuaian tarif sudah mulai dilakukan sebelum masuk masa diskon Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN),” terangnya.

Beberapa komoditas pangan juga ikut mendorong inflasi, salah satunya sawi hijau yang harganya naik akibat pasokan menipis. Panen yang dilakukan lebih awal pada bulan sebelumnya membuat stok di pasaran berkurang.

Meski demikian, laju inflasi tertahan oleh penurunan harga sejumlah bahan pangan. Ikan bandeng menjadi salah satu komoditas penahan inflasi karena beberapa wilayah pesisir sedang berada pada musim panen. Harga tomat turut turun seiring melimpahnya pasokan dari daerah-daerah di Sulawesi yang sedang panen raya.

Selain itu, harga daging ayam ras ikut melemah akibat turunnya biaya produksi, khususnya pakan jagung dan Day Old Chick (DOC).

Dengan berbagai dinamika tersebut, BI menilai inflasi Kaltara masih dalam kondisi stabil menjelang akhir tahun. Meski begitu, potensi tekanan harga menjelang masa libur panjang tetap menjadi perhatian otoritas, terutama dari sektor transportasi dan pangan bergejolak. (zar/jnr)

Editor : Januriansyah RT
#tarakan #kaltara #inflasi