TARAKAN - Sebagai upaya meningkatkan sistem digitalisasi pembayaran, Bank Indonesia (BI) memperkenalkan teknologi QRIS Tap untuk memudahkan masyarakat dalam bertransaksi pembayaran. Sehingga pada Kamis (11/12) sore, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara melaunching QRIS TAP Mall dan Pelabuhan Tengkayu 1 SIAP QRIS di Grand Tarakan Mall (GTM).
Melalui peluncuran ini, Bank Indonesia secara resmi memperkenalkan implementasi QRIS Tap di pusat perbelanjaan GTM dan menetapkan Pelabuhan Tengkayu 1 sebagai kawasan SIAP QRIS. Inisiatif kolaboratif ini bertujuan menghadirkan kemudahan transaksi non-tunai yang lebih cepat, aman, dan efisien bagi masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Deputi Kepala KPwBI Kaltara, Wesky Putra Pratama menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. Ia menjelaskan QRIS Tap adalah inovasi sistem pembayaran yang dikembangkan BI sejak tahun 2024 dengan memanfaatkan teknologi Near Field Communication (NFC).
"Melalui teknologi ini, bapak dan ibu dapat bertransaksi dan melakukan pembayaran cukup dengan mendekatkan smartphone. Kecepatan transaksi QRIS Tap sangat tinggi, hanya sekitar 0,3 detik. QRIS Tap kini telah menjadi program nasional dan hadir di berbagai lokasi di luar Tarakan, seperti di transportasi Damri Kalbar, Balikpapan, Banjarmasin, hingga Robot di Surabaya," ujarnya.
"Kehadiran QRIS Tap ini kemudian akan kami perluas ke berbagai sektor dalam rangka memperluas ekosistem pembayaran digital yang mudah, cepat, dan praktis," tegasnya.
Selain QRIS Tap, momentum ini juga menandai launching Pelabuhan Tengkayu I SIAP QRIS. Hal ini merupakan kelanjutan dari program Digiport yang diinisiasi Dishub Kaltara dan didukung BI.
Sementara itu, Kepala Dishub Kaltara, H. Idham Chalid menyatakan pihaknya terus berupaya menghadirkan inovasi untuk mempermudah layanan kepelabuhanan. "Dalam tahap panjang program ini dimulai dengan pembayaran retribusi jasa kepelabuhanan melalui QRIS. Proyek perubahan ini mendapat dukungan serta penghargaan dari BI," ujarnya.
Transformasi ini telah membuahkan hasil menggembirakan. Delapan agen pelayaran yang ada di Pelabuhan Tengkayu 1 kini telah menggunakan QRIS. Pembayaran tiket speedboat reguler dan retribusi jasa kepelabuhanan sudah dapat dilakukan menggunakan QRIS, dengan persentase penggunaan retribusi jasa kepelabuhanan mencapai 48 persen per November lalu.
Manfaat digitalisasi ini mencakup proses transaksi yang lebih cepat dan efisien, transparansi penerimaan daerah sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa meningkat, keamanan transaksi yang terjamin, serta mempermudah pencatatan bagi operator speedboat. "Kedepan kami berupaya menargetkan agar berbagai layanan ini dapat juga diterapkan di pelabuhan-pelabuhan di wilayah Kalimantan Utara," tambah Idham.
Sekda Kota Tarakan, Ir. Jamaluddin, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia sebagai mitra strategis dalam mendorong investasi dan digitalisasi. Ia juga memuji Dishub Kaltara atas inisiatif penggunaan QRIS di Pelabuhan Tengkayu 1. "Transformasi digital di bidang pembayaran bukan lagi pilihan melainkan kebutuhan," kata Sekda Jamaluddin.
Ia menegaskan sistem pembayaran digital di pelabuhan akan memberikan kemudahan bagi pengguna jasa, pendatang, maupun masyarakat Kaltara, serta meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan layanan.
"Pemerintah Kota Tarakan berkomitmen untuk terus mendukung berbagai jenis digitalisasi pelayanan sejalan dengan upaya memperkuat Kota Cerdas dan meningkatkan kualitas layanan publik," tutupnya.
Kehadiran QRIS di Pelabuhan Tengkayu 1 dan QRIS Tap di Grand Tarakan Mall diharapkan menjadi wujud kolaborasi solid yang membawa dampak nyata bagi percepatan digitalisasi ekonomi dan kemajuan layanan publik di Tarakan dan Kaltara. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT