TARAKAN - Adanya bencana alam yang menimpah Sumatera pada 25 November lalu, membuat hingga kini pemerintah Indonesia terus meningkatkan bantuan dalam meringankan korban bencana Sumatera.
Sehingga kondisi ini membuat berbagai kelompok masyarakat terpanggil mengumpulkan donasi membantu korban bencana.
Hal tersebut juga turut dilakukan Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk meringankan beban mahasiswa asal Sumatera yang terdampak dengan meringankan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Saat dikonfirmasi, Rektor UBT, Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, mengumumkan kebijakan pemberian keringanan UKT bagi total 49 mahasiswa yang keluarganya menjadi korban bencana.
"Sebagai salah satu langkah kami meringankan beban mahasiswa asal Sumatera yang terdampak adalah memberikan keringanan UKT. kebijakan ini adalah wujud komitmen UBT agar tidak ada satu pun mahasiswa yang terhenti masa studinya akibat musibah yang menimpa keluarga," ujarnya, Senin (8/12).
"Ini bersifat sementara sampai mereka benar-benar pulih. Kami khawatir anak-anak yang sedang kuliah keluarganya tidak mampu membayar UKT karena harus memenuhi kebutuhan lainnya pasca bencana. Kami berharap bantuan ini dapat memastikan keberlanjutan studi mereka," sambungnya.
Diungkapkannya, berdasarkan inventarisasi yang dilakukan UBT, para mahasiswa dikelompokkan menjadi tiga kategori yang terdampak. Lanjutnya, keringanan UKT ini berlaku untuk semester depan yaitu terdampak ringan, sedang dan berat.
Adapun untuk terdampak ringan, akan menerima keringanan UKT sebesar 30 persen. Lanjutnya, saat ini terdapat 14 mahasiswa dalam kelompok ini yang sebagian besar berasal dari daerah seperti Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Dairi, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Asahan.
"Untuk yang terdampak sedang, diberikan keringanan UKT sebesar 50 persen. Kelompok ini mencakup 7 mahasiswa, termasuk yang berasal dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Kota Medan, dan Kabupaten Deli Serdang. Sedangkan mahasiswa yang keluarganya mengalami dampak paling parah akan mendapatkan pembebasan UKT sebesar 100 persen. Kategori ini mencakup 6 mahasiswa yang mayoritas berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah," jelasnya. (zac)
Editor : Azwar Halim