TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan mengakui masih mengalami keterbatasan personel SDM dan peralatan.
Kepala Bidang Darurat Logistik dan Rekonstruksi BPBD Tarakan, Asril Maulid mengatakan, untuk personel SDM sejauh ini hanya tercukupi untuk satu kejadian saja.
"Kalau ada satu kejadian saya bilang cukup. Anggota URC kami sebanyak 12 orang dan untuk kejadian cuma satu titik pasti mencukupi," ujarnya, Jumat (5/12).
"Kami memaksimalkan peralatan yang ada. Ada juga bantuan dari BNPB berbagai peralatan dan kendaraan, peralatan bencana nggak ada yang murah karena ukurannya nyawa, bukan harga. Contohnya tali atau mesin semprot, yang murah nggak maksimal, nggak bisa jamin nyawa manusia," jelasnya.
Ke depan, BPBD menginginkan penambahan peralatan seperti eskavator mini dan peralatan lainnya yang masih banyak kekurangan untuk menangulangi bencana agar lebih cepat.
"Kami sudah ajukan ke BNPB saat rakor tahun 2024, dan kami mengajukan adalah eskavator mini supaya bergerak cepat, bahkan untuk kegiatan tanggap bencana, kemarin pemerintah melalui PU sudah beli ekskavator melalui belanja modal dan juga di bantu PDAM," pungkasnya.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim