TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tarakan memprakirakan cuaca di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) masih berpotensi diguyur hujan dalam beberapa hari ke depan.
Intensitas hujan diprediksi bervariasi, mulai ringan hingga lebat, dan paling sering terjadi pada malam hingga dini hari.
Forecaster BMKG On Duty Tarakan Hatta Rachim menjelaskan, potensi hujan ini dipicu adanya konvergensi udara di sejumlah wilayah Kaltara. Massa udara yang cenderung rendah menyebabkan pertumbuhan awan hujan lebih mudah terbentuk.
“Terjadi konvergensi di beberapa wilayah kota dan kabupaten di Kaltara yang menimbulkan awan-awan hujan,” ujarnya, (5/12).
Selain faktor konvergensi, BMKG juga memantau aktivitas Bibit Siklon Tropis 93W yang berada di sebelah timur Filipina. Bibit siklon ini masih dalam fase awal, namun tetap berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di Kaltara.
Hatta menerangkan, jika bibit tersebut berkembang menjadi siklon tropis, maka dampak cuaca ekstrem dapat terjadi di wilayah Indonesia bagian utara, termasuk Kaltara.
Risiko tersebut mencakup peningkatan pembentukan awan hujan, kemunculan awan cumulonimbus (CB), hujan lebat, angin kencang hingga badai petir.
“Di wilayah Filipina terpantau low pressure area atau bibit siklon. Jika tekanan udaranya semakin rendah, bisa berkembang menjadi siklon. Saat ini masih berupa bibit, belum terbentuk pola siklon,” jelasnya.
BMKG memastikan terus memantau perkembangan bibit siklon tersebut karena perubahannya dapat terjadi cepat dan memicu peningkatan potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor dan banjir.
“Artinya masyarakat tetap tenang, tapi harus waspada. Pola hujannya bisa masuk kategori sedang hingga lebat,” imbau Hatta. (zar)
Editor : Azwar Halim