TARAKAN - Sebagai upaya mencegah kenaikan harga menjlang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mengelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang berlangsung Kelurahan Selumit pada Selasa (2/11) pagi.
Kegiatan ini disambut antusias masyarakat yang berbelanja mencari barang kebutuhan pokok.
Saat dikonfirmasi, Asisten Pemkot Tarakan Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, Ajat Jatnika menerangkan, pelaksanaan GPM untuk mencegah adanya kenaikan harga menjelang hari besar.
Kendati demikian, ia menegaskan jika GPM tidak dimaksudkan untuk mencari keuntungan, melainkan memberi alternatif bagi masyarakat serta menciptakan intervensi harga di pasar tradisional.
"Ini kegiatan awal di Desember menjelang Nataru, ini kami upayakan dua minggu sekali. Disini memang harga yang dipatok lebih murah dari harga di pasar tradisional, misalnya beras kita Rp 68 ribu per 5 kg, bawang merah Rp 40 ribu per kg, bawang putih Rp 32 ribu per kg, gula pasir Rp 16 ribu per kg, Minyakita Rp 14 ribu per liter, telur Rp 58 ribu per piring, cabai rawit Rp3 ribu per bungkus," ujarnya, Selasa (2/12).
Diungkapkannya, nantinya pelaksanaan GPM tidak hanya berpusat pada satu titik saja, melainkan dapat berpindah ke lokasi lain yang dianggap strategis. Hal tersebut dimaksudkan, agar seluruh masyarakat Kota Tarakan dapat menjangkau lokasi kegiatan. (zac)
Editor : Azwar Halim