TARAKAN – Pemeriksaan laik operasi (ramp check) terhadap seluruh armada speedboat anggota Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Kaltara belum sepenuhnya tuntas.
Pemeriksaan gabungan yang dilakukan Dinas Perhubungan Provinsi Kaltara beserta instansi terkait menemukan sejumlah catatan yang wajib segera dilengkapi pemilik armada.
Sekretaris Gapasdap Kaltara Bayu Ngari Singal menjelaskan, temuan utama berasal dari kelengkapan alat keselamatan yang sebagian sudah rusak dan tidak lagi memenuhi standar. Kondisi ini membuat sejumlah armada belum bisa ditempeli stiker laik operasi.
“Ada kekurangan seperti pelampung, P3K yang harus diperbarui, hingga beberapa alat keselamatan lainnya. Banyak lifejacket yang sudah tidak layak, ada yang ketinjak, tertekuk, akhirnya lepek dan rusak,” jelas Bayu.
Ia mengatakan, Gapasdap langsung menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut. Seluruh perusahaan operator sedang memperbarui peralatan keselamatan secara bertahap.
“Kami sangat responsif terhadap hasil pemeriksaan. Semua sedang dalam proses perbaikan, dan kami siap memenuhi rekomendasi yang diberikan,” tegasnya.
Bayu menyebutkan, hingga saat ini hanya sekitar 3 hingga 5 armada yang telah mendapatkan stiker laik operasi karena sudah memenuhi seluruh standar. Sementara total armada yang tergabung dalam Gapasdap mencapai sekitar 50 unit, dan seluruhnya telah mengikuti ramp check.
Ramp check gabungan ini akan berlangsung hingga 12 Desember, sebelum seluruh armada kembali dilakukan pemeriksaan lanjutan dan penempelan stiker bagi yang memenuhi syarat.
“Semua armada sudah ikut ramp check. Nanti sebelum tanggal 12 akan diperiksa kembali untuk pemasangan stiker,” tambah Bayu.
Sebelumnya, ramp check yang dilakukan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dalam agenda Nataru menyatakan seluruh armada lulus.
Namun pemeriksaan gabungan provinsi menambah beberapa item verifikasi pada alat keselamatan, sehingga memunculkan catatan tambahan bagi operator kapal.
“Kalau dari KSOP semuanya lulus. Tapi gabungan dari provinsi ada temuan-temuan kecil yang harus kita lengkapi,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa kelengkapan alat keselamatan merupakan bagian penting dari Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang wajib dipenuhi secara rutin setiap tahun.
Gapasdap pun berkomitmen menyelesaikan seluruh kekurangan sebelum masa puncak pergerakan penumpang Nataru.
"Semua kekurangan atau perbaikan akan segera kami lengkapi, karena batas akhir deadline itu tanggal 12 Desember," pungkasnya. (zar)
Editor : Azwar Halim