Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Potensi Banjir Pesisir di Kaltara Diperkirakan Capai 6 Meter, Begini Penjelasan BMKG Tarakan

Wien Ratar • Senin, 1 Desember 2025 | 20:51 WIB

 

NATANAEL/RADAR TARAKAN.  CUACA: Ilustrasi banjir rob wilayah pesisir Tarakan
NATANAEL/RADAR TARAKAN. CUACA: Ilustrasi banjir rob wilayah pesisir Tarakan

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir (ROB) yang dapat terjadi di wilayah pesisir Indonesia pada periode 29 November hingga 15 Desember 2025.

Warga pesisir di Kalimantan Utara, khususnya di Tarakan, diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat.

Kepala BMKG Tarakan, M. Shulam Khilmi menjelaskan, fenomena Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) dan Bulan Purnama yang terjadi pada tanggal 4 Desember 2025 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. Kondisi ini dapat memperparah potensi terjadinya banjir pesisir.

"Banjir rob diperkirakan akan berlangsung dua kali dalam satu hari, mengikuti siklus pasang surut air laut yang berlangsung," ujarnya, Senin (1/12).

Banjir pesisir ini secara umum dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta aktivitas tambak garam dan perikanan darat.

"tinggi muka air saat banjir rob diperkirakan mencapai sekitar 5-6 meter dari kondisi surut," ungkapnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi dari sumber resmi, seperti BMKG dan kanal-kanal pemerintah daerah, agar terhindar dari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya pada isu-isu yang beredar di media sosial atau platform lain yang tidak resmi, yang berpotensi menimbulkan kepanikan," pungkasnya. (*nkh).

Editor : Azwar Halim