TARAKAN - Banyaknya kasus kebakaran besar yang terjadi di wilayah pesisir membuat pemerintah harus memutar otak untuk kembali melakukan penataan di wilayah tersebut. Pasalnya wilayah pesisir merupakan wilayah paling sulit ditanggani saat terjadi kebakaran.
Sehingga diperlukan penataan sebagai mitigasi untuk mencegah terjadinya kebakaran besar di kawasan pesisir.
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Yonsep menerangkan, sejauh ini pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran besar di kawasan padat penduduk terkhusus wilayah pesisir.
Kendati demikian, ia mengakui sejauh ini masih kurangnya kesadaran sebagian masyarakat dalam pencegahan.
"Sampai saat ini kami sosialisasi terhadap pencegahan kebakaran terus kami lakukan. Kami sudah memberikan usulan dari mitigasi kami Kepada masyarakat sudah kami lakukan ke RT, lurah, camat, dan medsos juga kami sampaikan ke masyarakat kalau ada kegiatan-kegiatan yang sifatnya menyita perhatian seperti hari-hari besar, yang paling utama penyebabnya hampir 70 persen kan karena kelalaian itu yang harus jadi perhatian,"ujarnya, Rabu (26/11).
"Selanjutnya, harapan kami supaya masyarakat bisa hidup nelayan tetap berhati-hati menyimpan barang yang mudah terbakar seperti BBM. Selain itu kawasan pesisir memang aksesnya sulit ditambah dengan padatnya rumah. Sehingga itu faktor kebakaran besar sering melanda wilayah pesisir," ucapnya. (zac)
Editor : Azwar Halim