Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Koperasi Merah Putih Kelurahan Selumit Tarakan, Dulu Dijanjikan Kini di Ujung Tanduk

Wien Ratar • Selasa, 25 November 2025 | 13:47 WIB
NATANAEL/RADAR TARAKAN KOPERASI: Gudang koperasi Merah Putih Selumit Tarakan
NATANAEL/RADAR TARAKAN KOPERASI: Gudang koperasi Merah Putih Selumit Tarakan

TARAKAN - Koperasi Merah Putih Kelurahan Selumit, tengah berjuang untuk mewujudkan kesejahteraan di tengah keterbatasan modal.

Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Bidang Usaha Koperasi Merah Putih Selumit, Hamdani menjelaskan, bahwa sejak launching, permodalan menjadi kendala utama.

"Kendala kami di Koperasi Kelurahan Selumit ini hanya di permodalan, tetapi walaupun kami belum mendapatkan informasi yang jelas dari pihak perbankan maupun pemerintah, kami tetap jalan karena beban kami di Selumit ini sebagai percontohan se Kaltara," ujarnya, Selasa (25/11).

Lanjutnya, Ia mengatakan baik dari pihak perbankan maupun pemerintah hingga kini belum ada suntikan bantuan dana. Kemudian yang awalnya dikatakan koperasi merah putih secara nasional akan mendapatkan bantuan Rp 3 miliar dan koperasi percontohan Rp 5 miliar.

"Tetapi faktanya sampai sekarang yang di gadang-gadangkan ini belum ada," jelasnya.

Dengan semangat gotong royong, koperasi ini mengandalkan partisipasi modal awal yang berasal dari patungan pengurus dan iuran dinilai masih jauh dari cukup.

"Pengurusnya itu di luar daripada pengawas tuh lima orang yang lainnya itu anggota, iuran pokok sebesar Rp 100 ribu (sekali seumur hidup) dan iuran wajib Rp 25 ribu per bulan belum mampu menopang operasional koperasi secara optimal," katanya.

Meski demikian, Koperasi Kelurahan Selumit tetap berupaya memberikan yang terbaik bagi anggotanya dengan dukungan produk dari BUMN, terutama Bulog.

"Kami ini dibantu oleh produk BUMN, terutama Bulog, sampai saat ini kita bisa mengambil beras seperti jenis beras SPHP itu sampai 6 ton per bulannya kemudian soal LPG sangat di sayangkan dikasih jatah oleh agen hanya 200 tabung per bulan sedangkan kebutuhan sangat banyak dan yang kami harapkan juga pertamina itu langsung ke Koperasi bukan ke agen lagi," ungkapnya.

"Kita bayar nya cash lalu menyewa lagi mobil operasional, sedangkan kami menjual dengan HET dan bantuan permodalan dari perbankan pun belum membuahkan hasil. Karena dibantu oleh pihak bank dengan suku bunga 6%, itu memang bagi kami sangat berat," pungkasnya.

Ia berharap ke pemerintah apa yang menjadi dicadang-cadangkan oleh Bapak Presiden segera mungkin dijalankan supaya masyarakat bisa terbantu.

Selain itu, ia juga berharap agar Pertamina dapat menjalin kerjasama langsung dengan koperasi dalam distribusi LPG, sehingga harga lebih terjangkau bagi masyarakat Kelurahan Selumit. (*/nkh/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #Operasi Merah Putih #Kelurahan Selumit