TARAKAN - Usulan peniadaan penggunaan bus serta pelibatan pihak swasta dalam pengelolaan Pelabuhan Tengkayu I disambut positif oleh Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Tengkayu I. Usulan ini sebelumnya mendapat sorotan publik lantaran pelayanan di pelabuhan tersebut dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Keselamatan Angkutan Perairan UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Widia Ayu Saraswati, menjelaskan bahwa seluruh masukan masyarakat sudah ditampung dan tengah dipertimbangkan.
Namun ia menegaskan bahwa tidak semua usulan otomatis membawa dampak positif tanpa meninjau berbagai faktor teknis."Terkait masukan penonaktifan bus tapi menghargai setiap masukan masyarakat. Tapi tentunya kita melihat lagi masukan itu efektif diterapkan atau tidak. Itu masih kami pertimbangkan baik-buruknya. Karena jangan sampai peniadaan bus menimbulkan persoalan baru. Misalnya nanti semakin banyak kendaraan masuk ke dermaga, apalagi kondisi dermaga semakin lama kekuatannya semakin menurun," ujarnya, Senin (24/11).
Ia menambahkan bahwa UPTD terbuka terhadap kritik, termasuk usulan pengelolaan pelabuhan oleh pihak swasta. "Jadi semua masukan tentu kami tampung termasuk usulan melibatkan pihak swasta. Karena tentu kami membutuhkan masukan dan kritik masyarakat dalam memperbaiki pelayanan. Saya kira semua masyarakat bisa memberikan masukan dan kritik, kami juga membuka layanan pengaduan selama pelabuhan beroperasi," sambungnya.
Terkait adanya aktivitas bongkar muat barang komoditas yang dinilai tidak ideal jika digabung dengan pelabuhan angkutan penumpang, Widia mengakui bahwa UPTD menyadari kondisi tersebut. Namun pemisahan aktivitas membutuhkan pembangunan pelabuhan baru sebagai lokasi relokasi.
"Kalau untuk pelabuhan Tengkayu I memang satu-satunya pelabuhan orang dan barang jadi seharusnya memang sudah terpisah penumpang dan barang. Nah untuk pelabuhan dermaga juga lambat laun kan akan menurun baik kualitas pondasinya, volume kendaraan, lalu volume penumpang yang semakin banyak," katanya.
Sebagai pengelola, pihaknya berharap fasilitas pelabuhan dapat terus dioptimalkan meski pemisahan aktivitas belum bisa dilakukan. "Harapan kami sebagai pengelola, kalau memang belum bisa dipisah antar penumpang dan barang paling tidak fasilitasnya dioptimalkan. Jadi pelayanan pada penumpang juga bisa lebih baik lagi," pungkasnya. (zac/lim)
Editor : Azwar Halim