TARAKAN - Harga cabai di pasar tradisional Kota Tarakan terpantau mengalami kenaikan signifikan terutama cabe rawit hijau.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan DKUKMP Tarakan, Erni Mardiastuti mengungkapkan, bahwa faktor cuaca ekstrem dan menipisnya stok cabai menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi penyebab utama kenaikan harga tersebut.
"Kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir. Penyebab umum pasti tetap sama, masalah cuaca, mungkin juga karena belum masa panen, atau kapal belum masuk," ujarnya, Senin ( 24/11).
"Cabai lokal justru lebih tinggi dibandingkan cabai dari luar daerah, harga justru harga lokal yang tinggi," ungkapnya.
Menjelang Natal dan Tahun Baru, pihaknya berharap harga cabai tidak naik terlalu tinggi. kemudian harganya masih bisa terjangkau oleh masyarakat.
"Semoga lah, kita sudah sama-sama tahu lah ya, kan yang menjelang Natal gini kan nggak mungkin harga itu tiba-tiba turun, kalau harga naik ya kita kurangin lah konsumsinya. dengan beralih yang lain lagi, cabe besar atau cabe keriting," pungkasnya.
Baca Juga: Terdampak Kondisi Perekonomian Global, Hilirasasi Diharapkan Menjadi Tulang Punggung Perekonomian
Dengan kenaikan harga cabai ini, masyarakat diimbau untuk bijak dalam berbelanja dan mencari alternatif cabai lain yang lebih terjangkau.(*nkh/).