Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Peringati Hari Bakti PU ke-80, BWS Kalimantan V Bersihkan Sungai di Tarakan

Eliazar Simon • Minggu, 23 November 2025 | 18:02 WIB

 

ELIAZAR/RADAR TARAKAN  SINERGI : Peringatan Hari Bakti ke-80 Kementerian PU yang dihadiri Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes dengan kegiatan aksi bersih sungai
ELIAZAR/RADAR TARAKAN SINERGI : Peringatan Hari Bakti ke-80 Kementerian PU yang dihadiri Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes dengan kegiatan aksi bersih sungai

TARAKAN – Peringatan Hari Bakti ke-80 Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Tarakan diwarnai aksi bersih sungai secara serentak, Minggu (23/11).

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor menggandeng Pemerintah Kota Tarakan, kelurahan, sekolah-sekolah, hingga masyarakat umum dalam kegiatan gotong royong massal yang melibatkan sedikitnya 300 peserta.

Aksi dipusatkan di Sungai Karang Anyar, serta menyebar ke dua titik lain yaitu Sungai Pamusian dan Sungai Rawasari, yang selama ini merupakan saluran penting sekaligus sumber air baku untuk kebutuhan warga Tarakan.

Kepala BWS Kalimantan V, Mustafa S.ST., M.T, menjelaskan bahwa Tarakan memiliki lebih dari 10 aliran sungai aktif. Beberapa di antaranya menjadi sungai besar yang menopang pembangunan embung, seperti Sungai Karang Anyar, Binalatung, Maya, Indulung, dan Rawasari.

“Sungai-sungai inilah yang menjadi dasar pembangunan embung untuk tampungan air baku. Karena itu keberadaannya harus dijaga bersama,” jelas Mustafa.

Ia menegaskan tema besar Hari Bakti PU ke-80 yaitu “Infrastruktur Berkeadilan, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju,” selaras dengan upaya menjaga lingkungan sungai sebagai bagian dari infrastruktur dasar kota.

Menurut Mustafa, sampah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai menjadi penyebab utama penyempitan dan pendangkalan aliran sungai di Tarakan. Kondisi ini semakin diperparah oleh fenomena sedimentasi, sehingga mempercepat terjadinya genangan dan banjir.

“Kalau sungai bersih, pengalirannya lancar. Tapi kalau sampah menumpuk, aliran terganggu dan memicu banjir. Sungai-sungai di sinipun kecil, sehingga harus benar-benar dijaga,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kebersihan sungai tidak hanya penting untuk mengurangi banjir, tetapi juga menjaga ekosistem sungai dan makhluk hidup yang bergantung di dalamnya.

Menanggapi kebutuhan pelebaran sungai, Mustafa menyebut hal itu hampir tidak mungkin dilakukan di wilayah kota Tarakan karena keterbatasan ruang dan permukiman yang sudah tumbuh puluhan tahun di bantaran sungai.

“Pelebaran sungai sangat berat. Hampir seluruh bantaran sudah ditempati masyarakat. Artinya pembebasan lahan harus besar, dan itu sulit dilakukan,” kata Mustafa.

Sebagai solusi alternatif, BWS mendorong konservasi di hulu sungai melalui penanaman pohon dan pembersihan rutin di hilir agar aliran tetap terjaga.

Aksi bersih sungai juga melibatkan sekolah-sekolah, masjid, hingga kelompok masyarakat yang tersebar di berbagai kelurahan. Mustafa menyebut bahwa edukasi sejak dini penting untuk membudayakan gerakan tidak membuang sampah ke sungai.

“SD dan sekolah-sekolah lain ikut bergerak. Ini penting untuk menanamkan kebiasaan sejak kecil,” kata Mustafa.

Melalui momentum Hari Bakti PU, pemerintah berharap kolaborasi antara BWS, Pemkot Tarakan, dan masyarakat dapat menjadi gerakan berkelanjutan untuk menjaga sungai sebagai aset lingkungan dan sumber air baku kota.

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes, turut hadir sekaligus membuka kegiatan bersih sungai. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PU, khususnya BWS Kalimantan V, yang telah memberi kontribusi nyata melalui pembangunan embung sebagai penyedia air baku kota.

Wali kota juga berharap pemerintah pusat kembali mengalokasikan dukungan tambahan, terutama pembangunan embung baru di Sungai Maya untuk mengantisipasi kebutuhan air di masa mendatang.

“Kami berterima kasih atas dukungan selama ini. Ke depan kami berharap pembangunan embung tambahan, termasuk perbaikan jalan-jalan nasional di Tarakan, bisa kembali dibantu oleh Kementerian PU,” ujar Khairul.

Terkait aksi bersih sungai, ia menegaskan bahwa kegiatan ini adalah pemicu awal, bukan sekadar seremoni tahunan.

“Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai adalah yang paling pertama menikmati manfaatnya, dan paling terdampak kalau terjadi banjir. Karena itu setelah kegiatan ini, kami berharap kesadaran untuk menjaga sungai terus berkelanjutan,” ucapnya.

Wali kota juga mendorong masyarakat untuk tidak menunggu momen khusus pemerintah. Jika melihat sampah di sungai, ia berharap warga turut membersihkan atau minimal tidak menambah beban pencemaran. (adv/zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #ke 80 #Hari Bakti #PU