Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Seorang Pria di Juata Permai Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Polisi Tunggu Hasil Visum, Tidak Ada Tanda Kekerasan di TKP

Eliazar Simon • Kamis, 20 November 2025 | 18:01 WIB

 

POLSEK TARAKAN UTARA  EVAKUASI : Pihak kepolisian mengevakuasi Jenazah korban ditemukan dalam kondisi membusuk setelah beberapa hari tidak terlihat
POLSEK TARAKAN UTARA EVAKUASI : Pihak kepolisian mengevakuasi Jenazah korban ditemukan dalam kondisi membusuk setelah beberapa hari tidak terlihat

TARAKAN – Warga RT 02 Perumahan TKBM, Kelurahan Juata Permai, Tarakan Utara digegerkan dengan penemuan sosok pria meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (19/11) sekitar pukul 21.10 WITA. Korban diketahui bernama Sumarno (61), ditemukan sudah dalam kondisi membusuk.

Aroma tidak sedap dari rumah korban pertama kali dicium oleh Ketua RT dan merasa curiga. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa sekitar pukul 21.30 WITA. Informasi itu diteruskan ke Polsek Tarakan Utara untuk dilakukan pengecekan.

Kapolsek Tarakan Utara IPTU Ghazy Prima Daffa Ohoirat menjelaskan, Unit Piket Polsek tiba di lokasi sekitar pukul 21.40 WITA. Saat petugas memasuki rumah korban, kondisi di dalam cukup memprihatinkan.

“Korban ditemukan di atas kasur bagian belakang rumah, dekat kulkas dan kamar mandi. Posisi tubuhnya tergeletak dan sudah mengalami pembusukan,” ujarnya, Kamis (20/11).

Sekitar pukul 22.00 WITA, Tim Identifikasi Satreskrim Polres Tarakan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses identifikasi berlangsung hampir satu jam sebelum jenazah dievakuasi ke RSUD dr. Jusuf SK pada pukul 23.00 WITA.Hingga kini, hasil visum resmi dari pihak rumah sakit belum diterima.

“Penyebab kematian belum bisa kami pastikan. Hanya dokter forensik yang dapat menjelaskan secara resmi,” tegas Kapolsek.

Berdasarkan keterangan keluarga yang didapatkan pihak kepolisian, saat itu korban diketahui tinggal sendiri sebelum ditemukan meninggal dunia. Saat itu istri dan anak korban sedang tinggal di rumah kerabat karena ada keluarga yang meninggal beberapa waktu terakhir.

Korban pun sering mendapatkan kiriman makanan dan uang dari keluarga.

“Korban terakhir terlihat pada Sabtu (15/11) saat iparnya mengantarkan makanan, dan pada Minggu (16/11) dia masih sempat berkomunikasi. Setelah itu tidak ada kabar sampai akhirnya ditemukan meninggal,” jelas Ghazy.

Keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung dan gula. Di rumah korban, polisi menemukan beberapa jenis obat di atas kulkas. Namun, keterkaitan obat-obatan tersebut dengan penyebab kematian belum dapat dipastikan.

Kapolsek memastikan tidak ada indikasi tindak kriminal berdasarkan kondisi di lokasi. “Tidak ditemukan kerusakan di rumah maupun tanda-tanda kekerasan. TKP aman. Police line tetap terpasang sampai seluruh rangkaian penyelidikan selesai,” pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #visum