TARAKAN - Di Kelurahan Sebengkok RT 28, Kota Tarakan, sejak tahun 2002, sebuah rumah yang menjadi saksi bisu perjalanan hidup Bapak Muhamad Yahya dan keluarganya.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, rumah itu adalah ruang di mana kenangan manis terukir, tawa bersama anak-anak menggema.
Namun, takdir berkata lain. Suatu siang, ketika Bapak Yahya sedang bekerja keras di pelabuhan, si jago merah melalap rumahnya. Api berkobar dahsyat, menghancurkan segalanya. Tak ada yang tersisa, hanya pakaian di badan.
"Kebetulan saya juga mendapatkan bantuan rehab rumah dan yang baru saya kerjakan yaitu renovasi atap dan dinding yang sedang berjalan, material juga masih ada sisanya," pungkasnya.
Editor : Azwar Halim