TARAKAN – Menyambut masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tarakan memperketat pemeriksaan kelaiklautan kapal penumpang. Sebanyak 27 kapal telah menjalani uji petik atau ramp check, sebagai bagian dari instruksi nasional Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla).
Ramp check yang dilakukan KSOP Tarakan menjadi tindak lanjut dari Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Laut IR-DJPL 4 Tahun 2025, tentang Uji Kelaiklautan Kapal Penumpang Angkutan Nataru. Kegiatan ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Kepala KSOP Kelas II Tarakan Stanislaus Wembly Wetik mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap 21 speedboat penumpang tradisional, 3 kapal Ro-Ro angkutan penyeberangan, 1 kapal penumpang internasional, dan 1 kapal perintis.
“Total ada 27 kapal yang sudah kami ramp check. Dari jumlah itu, 21 kapal diprediksi akan melayani angkutan Nataru. Semuanya telah kami periksa satu per satu,” jelasnya.
Dalam pemeriksaan ditemukan beberapa kekurangan, terutama pada alat keselamatan seperti life jacket. Beberapa jaket pelampung diketahui mulai rusak dan tidak layak pakai sehingga langsung direkomendasikan untuk diganti.
“Temuannya masih kategori minus. Untuk life jacket, ada yang sudah rusak dan langsung kami ganti. Penggantian ini dibantu oleh PT Pelindo serta perusahaan-perusahaan pelayaran di Tarakan,” ungkap Stanislaus.
Meski begitu, ia menegaskan tidak ada temuan mayor yang membahayakan keselamatan. Seluruh kekurangan bersifat minor dan dapat dipenuhi dalam waktu dekat.
“Kami memberikan batas waktu sampai 30 November untuk melengkapi semua kekurangan minor. Setelah tanggal itu, seluruh kapal harus siap beroperasi saat Nataru,” tegasnya.
KSOP juga memastikan dokumen keselamatan dan operasional, termasuk surat kecakapan motoris, masih lengkap dan valid. “Termasuk dokumen motoris, semuanya masih lengkap dan diprediksi tidak ada kekurangan,” tambahnya.
Pemeriksaan ramp check dilakukan di dua area: Pelabuhan Malundung dan Pelabuhan Tengkayu I, khusus untuk speedboat yang akan beroperasi selama Nataru.
“Semua speedboard yang akan melakukan kegiatan angkutan Nataru sudah kami periksa,” ujarnya.
Stanislaus juga menjelaskan bahwa KSOP akan menggelar rapat khusus angkutan Nataru setelah pelaksanaan rapat koordinasi nasional yang melibatkan seluruh stakeholder Kementerian Perhubungan.
“Sebelumnya akan ada rapat dari pusat. Setelah itu baru kami gelar rapat Nataru di Pelabuhan Malundung,” ujarnya.
KSOP memastikan seluruh upaya ini bertujuan memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan perjalanan masyarakat selama masa liburan.
“Semua kegiatan ini untuk menjamin keselamatan dan keamanan penumpang dalam melaksanakan perjalanan Nataru. Prinsip kami tetap sama: Zero Compromise for Safety dan Don’t Bend the Rule,” tutupnya. (zar)
Editor : Azwar Halim