Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Upaya Deteksi Dini, Lapas Tarakan Periksa Area Steril dan Tembok Pasca Gempa

Eliazar Simon • Kamis, 13 November 2025 | 17:43 WIB

 

LAPAS KELAS IIA TARAKAN  DETEKSI : Guna memastikan keamanan dan ketertiban Lapas Kelas IIA Tarakan pemeriksaan berkala terhadap kondisi bangunan, area steril, serta tembok pembatas
LAPAS KELAS IIA TARAKAN DETEKSI : Guna memastikan keamanan dan ketertiban Lapas Kelas IIA Tarakan pemeriksaan berkala terhadap kondisi bangunan, area steril, serta tembok pembatas

TARAKAN – Guna memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan tetap terjaga, jajaran Kesatuan Pengamanan bersama Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satops Patnal) melakukan pemeriksaan berkala terhadap kondisi bangunan, area steril, serta tembok pembatas.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus bentuk respons cepat atas gempa bumi yang terjadi di Tarakan pada 6 November lalu.

Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Jupri mengatakan, pemeriksaan rutin terhadap sarana dan prasarana (sarpras) merupakan kegiatan wajib yang dilakukan secara berkala.

Tujuannya tidak hanya untuk memastikan kondisi fisik bangunan tetap layak dan aman, tetapi juga sebagai langkah antisipatif terhadap potensi gangguan keamanan yang bisa timbul sewaktu-waktu.

“Kegiatan pengecekan area steril ini merupakan implementasi nyata dari komitmen Lapas Tarakan dalam menjalankan prinsip deteksi dini, sinergitas, dan respons cepat terhadap setiap potensi ancaman kamtib. Terlebih setelah adanya gempa beberapa waktu lalu yang tentu berpengaruh terhadap struktur bangunan,” ujar Jupri.

Pemeriksaan melibatkan petugas pengamanan di setiap blok hunian serta tim teknis dari bagian umum. Mereka menyisir seluruh area steril (brandgang), pagar luar, serta tembok pembatas untuk memastikan tidak ada kerusakan yang dapat menimbulkan celah keamanan.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan retakan kecil pada salah satu sisi tembok yang diduga akibat getaran gempa bumi. Meski tidak berpotensi besar menimbulkan bahaya, temuan tersebut tetap dicatat dan segera dilaporkan untuk dilakukan tindak lanjut perbaikan.

Bagian umum Lapas Tarakan langsung melakukan langkah perbaikan dini pada area yang terdampak guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari pemeliharaan berkala sarpras yang dilakukan secara berkesinambungan.

“Kami ingin memastikan seluruh fasilitas pendukung, baik dinding pembatas, pagar, maupun area steril, selalu dalam kondisi prima. Pemeriksaan rutin seperti ini penting untuk menjaga integritas sistem pengamanan di lingkungan Lapas,” bebernya.

Hasil keseluruhan menunjukkan kondisi area steril di Lapas Tarakan masih aman, terkendali, dan layak fungsi. Tidak ditemukan celah atau kerusakan signifikan yang berpotensi mengganggu keamanan.

Melalui kegiatan pemeriksaan ini, Lapas Tarakan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban sebagai pilar utama pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Seluruh jajaran diminta untuk tetap siaga dan berkoordinasi aktif dalam mendeteksi setiap potensi gangguan sejak dini.

Dengan langkah konsisten ini, Lapas Tarakan menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas kamtib serta mendukung terciptanya suasana pemasyarakatan yang kondusif, tertib, dan produktif bagi seluruh warga binaan.

“Kami berupaya agar lingkungan Lapas selalu aman, bersih, dan berintegritas tinggi. Prinsip deteksi dini dan pengawasan berkelanjutan menjadi bagian penting dari sistem pembinaan dan pengamanan di Lapas Tarakan,” tutup Jupri. (zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #pasca gempa