TARAKAN - Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan bersama Tim Konservator Kemenbud RI melakukan konservasi terhadap benda koleksi museum daerah setempat.
Tujuan utama konservasi koleksi museum adalah untuk memperpanjang umur koleksi, pemeliharaan dan perlindungan secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan melalui pengawetan atau pelestarian.
Pamong Budaya Ahli Muda Kemenbud RI, Sinta Dewi mengatakan, kegiatan konservasi di museum mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang mendefinisikan pemeliharaan sebagai upaya menjaga dan merawat kondisi fisik cagar budaya agar tetap lestari, dan pelestarian sebagai upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan serta nilai cagar budaya dengan melindunginya, mengembangkannya, dan memanfaatkannya.
"Di Museum Tarakan, kegiatan konservasi berfokus pada koleksi berbahan dasar logam. Terdapat sekitar 7 koleksi yang ukurannya cukup besar dan memiliki lapisan karat yang tebal, membutuhkan perawatan khusus dan waktu yang dibutuhkan untuk konservasi bervariasi tergantung tingkat kerusakan; korosi tebal memerlukan proses yang lebih lama. Untuk kasus ini, koleksi direndam satu malam dalam larutan sesium karbonat untuk menstabilkan dan menghilangkan ion klorin, diikuti dengan penggosokan menggunakan bahan asam," ujarnya, Jumat (7/11).
Pembersihan karat dapat dilakukan dengan cara asam atau basa, namun untuk koleksi museum, digunakan bahan yang aman sehingga digunakan asam lemah yaitu asam sitrat.
Untuk mencegah kerusakan koleksi, kadar keasaman asam sitrat diturunkan dengan campuran natrium bikarbonat sehingga pH menjadi 4 (dari pH 1 jika asam sitrat murni).
"Setelah pembersihan dengan asam, penting untuk menetralkan koleksi menggunakan kansurit. Proses netralisasi sangat krusial karena asam dapat memicu timbulnya korosi yang lebih masif jika residu asam tidak dihilangkan sepenuhnya, langkah krusial adalah penetralisiran koleksi secara menyeluruh untuk mencegah korosi di masa mendatang. Untuk beberapa koleksi, proses ini akan dilanjutkan hingga tahap pelapisan (coating)," tambahnya.
Diharapkan kegiatan konservasi dapat menjaga warisan budaya sehingga dapat diakses dan di pelajari kemudian bisa dihargai oleh generasi masa mendatang.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim