TARAKAN - Terjadinya gempa bumi berkelanjutan sejak tanggal 5 hingga 8 November dengan kekuatan bervariasi, menyebab kerusakan pada sedikitnya 55 rumah di Kota Tarakan. Sehingga kondisi ini juga menimbulkan trauma bagi masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan, Yonsep menerangkan, berdasarkan asesmen yang dilakukan 6 dari 55 rumah terdampak gempa mengalami kerusakan berat. Enam rumah tersebut semuanya berada di Kecamatan Tarakan Timur.
"Sampai hari ini tim kami masih di lapangan menindaklanjuti laporan. Jadi jumlah gempa kemarin itu dari tanggal 5 sampai tanggal 8 itu berjumlah 55. Tapi yang rusak berat berdasarkan asesmen sementara itu ada 6 rumah penduduk. Kalau untuk bangunan kantor cuma rusak ringan saja," ujarnya, Minggu (9/11).
"Yang pertama, karena tidak adanya penetapan status tanggap darurat, karena tidak memenuhi syarat yah dalam penetapan itu, yang paling utama yang kami lakukan adalah memberikan bantuan logistik ke masyarakat yang berdampak ke seperti 6 rumah itu," sambungnya.
Dikatakannya, diduga banyaknya rumah yang terdampak di Tarakan Timur disebabkan lantaran. Wilayah Tarakan Timur sebagian besar berada di wilayah pesisir. Sehingga menurutnya kawasan pesisir cenderung mengalami getaran lebih kuat serta sebagian bangunan di wilayah pesisir tidak terdesain untuk tahan gempa lantaran semi permanen.
"Tadi malam juga sudah kami lakukan langsung ke lapangan ini memang kebanyakan di daerah Tarakan Timur. Tarakan Timur itu 42 unit rumah yang terdampak. Jadi yang rusak berat itu daerah wilayah Tarakan Timur 6 rumah ada di Tarakan Timur. 4 rumah di kelurahan Gunung Lingkas itu memang tidak layak huni dan itu yang kami bahas dalam rapat tadi," terangnya. (zac)
Editor : Azwar Halim