Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Perkuat Mitigasi dan Standar Bangunan

Zakaria RT • Jumat, 7 November 2025 | 08:50 WIB
WASPADA: Personel Polres Tarakan dikerahkan ke sejumlah titik di Tarakan pasca gempa, Rabu (5/11) FOTO:DOK POLRES TARAKAN
WASPADA: Personel Polres Tarakan dikerahkan ke sejumlah titik di Tarakan pasca gempa, Rabu (5/11) FOTO:DOK POLRES TARAKAN

TARAKAN - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 yang mengguncang Kota Tarakan, Rabu (5/11), menjadi perhatian Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).

Ketua Panitia Urusan Rumah Tangga (PURT) DPD RI, Hasan Basri, mendesak pemerintah daerah untuk memperkuat sistem tanggap darurat dan program mitigasi bencana, khususnya menghadapi potensi aktivitas Sesar Tarakan yang aktif.

“Mitigasi kebencanaan, terutama gempa bumi, harus menjadi program prioritas pemerintah daerah. Kami berharap tidak ada korban jiwa dan tidak terjadi gempa susulan yang lebih besar,” ujar Hasan Basri, Kamis (6/11).

DPD RI juga telah berkoordinasi dengan BNPB untuk membahas kondisi geografis Kalimantan Utara yang dinilai rawan gempa. Hasan Basri menyoroti perlunya penerapan standar bangunan tahan gempa bagi fasilitas publik dan hunian masyarakat.

“Kami mendorong adanya sertifikasi uji kekuatan bangunan agar rumah, fasilitas umum, dan kantor pemerintahan memenuhi standar keamanan. Ini penting untuk menyelamatkan banyak jiwa saat bencana terjadi,” tegasnya.

Ia juga meminta Pemda menyiapkan peta kawasan rawan, jalur evakuasi, serta edukasi masyarakat secara berkelanjutan. Menurutnya, langkah mitigasi harus bersifat komprehensif, bukan reaktif setelah bencana terjadi.

Sebagai catatan, wilayah Tarakan pernah diguncang gempa besar pada tahun 1923 (sekitar M7,0) dan 2015 (M6,1), sehingga masuk dalam kategori zona aktif dan berisiko tinggi.

Usai gempa, jajaran Polres Tarakan bersama unsur Forkopimda bergerak cepat melakukan pemantauan lapangan dan memastikan kondisi tetap aman.

Satuan Samapta Polres Tarakan memasang tenda darurat di area RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan sebagai langkah antisipasi pelayanan kesehatan pascabencana.

“Kami bergerak cepat begitu gempa terjadi. Tenda darurat ini disiapkan untuk mendukung layanan medis dan memberi tempat aman bagi warga yang khawatir kembali ke rumah,” ujar Kapolres Tarakan AKBP Erwin Syaputra Manik, S.I.K., M.I.K.

Forkopimda Tarakan terdiri dari Wali Kota, Kapolres, Dandim 0907, dan Dansatradar 204 juga meninjau sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RS Pertamina Tarakan dan RSUKT.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada kerusakan signifikan dan seluruh layanan kesehatan tetap berjalan normal.

Kapolres memastikan situasi keamanan Tarakan kondusif. “Kami terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan TNI untuk menjaga stabilitas serta mempercepat pemulihan pascagempa,” tegasnya. (zac/zar/lim)

Editor : Azwar Halim
#mitigasi #Standar Bangunan Daerah Gempa #tarakan #kaltara