Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Terjadi Lima Gempa Susulan

Eliazar Simon • Jumat, 7 November 2025 | 08:30 WIB
TERDAMPAK : Bangunan warga yang terdampak gempa yang melanda Kota Tarakan pada Rabu (5/11) lalu FOTO:DOK WARGA
TERDAMPAK : Bangunan warga yang terdampak gempa yang melanda Kota Tarakan pada Rabu (5/11) lalu FOTO:DOK WARGA

TARAKAN - Gempa bumi berkekuatan 4,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kota Tarakan pada Rabu (5/11) malam ternyata masih memunculkan aktivitas susulan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan mencatat, hingga Kamis (6/11) pagi, telah terjadi lima kali gempa susulan dengan kekuatan kecil.

Kepala BMKG Tarakan, M. Sulam Khilmi, menjelaskan seluruh gempa susulan terjadi di titik yang sama, yakni pada koordinat 3.29 Lintang Utara dan 117.75 Bujur Timur, sekitar 18 kilometer tenggara Tarakan.

“Gempa pertama tercatat pukul 23.21 Wita dengan kekuatan 2,7 SR. Kemudian disusul gempa kedua pada pukul 01.18 Wita (2,4 SR), ketiga pukul 01.53 Wita (2,5 SR), keempat pukul 04.32 wita (2,5 SR), dan kelima pada pukul 06.27 Wita (2,6 SR),” ujar Khilmi, Kamis (6/11).

Menurutnya, magnitudo yang kecil menandakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan.

“Titiknya sama dan energinya relatif kecil. Ini fenomena yang wajar setelah gempa utama,” tambahnya.

Khilmī menerangkan, secara ilmiah, gempa susulan merupakan bagian dari proses pelepasan energi di sekitar zona patahan yang aktif.

“Sampai pagi tadi masih terjadi gempa susulan kecil, tapi ini normal dan tidak membahayakan,” katanya.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa utama 4,8 SR tidak berpotensi tsunami. Meskipun getarannya sempat terasa cukup kuat di sejumlah wilayah Tarakan, kedalaman dan kekuatannya tidak memenuhi syarat untuk memicu gelombang besar.

“Walaupun guncangan terasa kuat, hasil analisis menunjukkan gempa tersebut aman dan tidak berpotensi tsunami,” tegas Khilmi.

BMKG menduga sumber guncangan berasal dari aktivitas Sesar Tarakan, salah satu patahan aktif yang membentang di wilayah Kalimantan Utara.

“Daerah Tarakan memang memiliki potensi gempa karena ada sesar yang melintas di sini. Ini perlu diwaspadai, tapi bukan untuk ditakuti,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti waktu dan lokasi gempa.

“Yang bisa kami sampaikan hanyalah potensi gempa di wilayah yang berada dekat dengan sesar aktif,” ujarnya.

Menanggapi keresahan warga, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti prosedur keselamatan (SOP) bila terjadi gempa bumi.

“Jangan panik, lakukan langkah-langkah aman, dan hindari menyebarkan informasi yang belum jelas. Pastikan sumber informasi hanya dari BMKG,” pesan Khilmi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar selalu memantau pembaruan informasi melalui kanal resmi BMKG, baik situs web maupun media sosial.

“Respons cepat dan informasi yang benar itu penting. Kami akan terus memantau aktivitas gempa di wilayah Tarakan,” pungkasnya. (zar/lim)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #gempa