TARAKAN - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H, M.Hum, meninjau langsung warga terdampak gempa bumi berkekuatan 4,8 magnitudo di Kota Tarakan, Kamis (6/11).
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Plt Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara, Dr. Bustan, serta jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara.
Zainal menyampaikan rasa prihatin atas musibah tersebut dan menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltara akan menyalurkan bantuan sebesar Rp 10 juta per rumah bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa.
“Kami turut berduka atas musibah ini. Pemprov sudah memberikan bantuan sementara seperti matras, selimut, dan kebutuhan pokok. Selanjutnya, kami akan menyalurkan bantuan Rp 10 juta per rumah bagi korban terdampak setelah BPBD melakukan asesmen,” ujar Zainal.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut diperuntukkan bagi pemilik rumah, bukan penyewa atau pengontrak. Dana akan dikirim langsung melalui rekening masing-masing penerima.
“Syukurlah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Kementerian juga sudah hadir untuk melakukan pendataan dan berencana menyalurkan bantuan tambahan,” tambahnya.
Menurut laporan BPBD, dampak gempa hanya dirasakan di Kota Tarakan karena wilayah tersebut paling dekat dengan pusat gempa.
“Empat kabupaten lainnya belum melaporkan adanya kerusakan,” jelas Gubernur.Zainal juga menyoroti pentingnya memperhatikan konstruksi bangunan agar tahan gempa. Ia menyebut Pemprov Kaltara akan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan mitigasi bencana.
“Pemprov memiliki dana belanja tidak terduga (BTT) yang siap digunakan untuk kegiatan bersifat darurat, termasuk simulasi kesiapsiagaan gempa bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kaltara yang berada di garis khatulistiwa termasuk daerah rawan gempa. Karena itu, program mitigasi dan simulasi bencana akan dijadikan agenda prioritas pemerintah daerah.
“Program mitigasi bencana dan simulasi gempa akan menjadi prioritas agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana, termasuk pentingnya membangun rumah yang tahan gempa,” pungkasnya. (zac/lim)
Editor : Azwar Halim