Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kasus ISPA di Tarakan Meningkat, Dinkes Ungkap Penyebabnya

Wien Ratar • Kamis, 6 November 2025 | 20:21 WIB
WASPADA: Ilustrasi masyarakat terkena ISPA
WASPADA: Ilustrasi masyarakat terkena ISPA

TARAKAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan menyebutkan kasus penyakit ISPA mengalami lonjakan dalam dua bulan terakhir yang disebabkan oleh perubahan cuaca yang ekstrem dan tidak menentu.

Kepala Dinkes Tarakan, dr. Devi Ika Indriarti menjelaskan, perubahan cuaca di Tarakan yang tidak menentu seperti hujan dan panas yang berganti-ganti, serta suhu panas yang menyebabkan perubahan suhu tubuh cepat saat mengonsumsi minuman dingin sehingga masyarakat bisa terkena ISPA.

"Suhu panas yang tidak biasa kemudian orang tersebut meminum air es ditambah dengan daya tahan tubuh lemah akhirnya inilah yang bisa menyebabkan terkena ISPA, kemudian faktor lain yaitu termasuk mutasi virus dan varian flu tipe A, meskipun belum dilaporkan secara resmi di Tarakan, tetapi kalau kita melihat kasusnya itu karena mutasi virusnya dan tergantung daya tahan tubuh seseorang maka dapat mempengaruhi tingkat keparahan penyakit," ujarnya, Rabu (5/11).

Lanjutnya, kasus ISPA yang terjadi menunjukkan gejala yang lebih berat, seringkali disertai demam tinggi hingga 39 derajat Celsius yang memerlukan perawatan di rumah sakit kemudian penanganan berfokus pada gejala berat seperti demam tinggi dan tubuh lemas untuk mencegah kondisi memburuk.

"Akhirnya melonjaklah pasien di Rumah Sakit karena yang di lihat itu demamnya bukan pada ISPA nya, kan demam tinggi inilah yang membutuhkan penanganan jika dibiarkan maka akan menjadi ISPA," jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat diharapkan untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), istirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih minimal 2 liter sehari, dan berolahraga teratur. Penting juga untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer.

"Bagi yang mengalami demam, batuk, atau pilek, disarankan untuk menghindari kerumunan, menjaga jarak, dan memakai masker saat berinteraksi dengan orang sehat. Penderita diminta untuk tidak keluar rumah agar tidak menyebarkan virus dan segera memeriksa ke fasilitas kesehatan terdekat," katanya.

Virus sangat mudah bermutasi dan obat-obatan hanya meredakan gejala, bukan menghilangkan virusnya, sehingga penularan berulang dapat terjadi jika tidak ada isolasi diri yang memadai.

"ISPA termasuk penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah sehingga perlu adanya pelaporan secara rutin agar jangan sampai kasus tambah banyak kemudian lebih banyak menyerang anak-anak," ungkapnya.

Dinas Kesehatan menghimbau masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika demam, batuk, atau pilek tidak membaik setelah dua hari, daripada hanya mengonsumsi obat-obatan sendiri.

"Ini penting untuk mencegah kondisi menjadi lebih parah.Penyakit ISPA berpotensi mengenai semua kategori umur, karena merupakan penyakit yang berpotensi menimbulkan kondisi berat bagi penderitanya," pungkasnya. (*nkh/).

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #ispa #dinkes