Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Miliki Ratusan Objek Wisata, Pemprov Kaltara Akui Sebagian Spot Belum Terkelola Maksimal

Zakaria RT • Rabu, 5 November 2025 | 21:53 WIB
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN Ilustrasi: Pelaksanaan Iraw Tengkayu di Kota Tarakan
AGUS DIAN ZAKARIA/RADAR TARAKAN Ilustrasi: Pelaksanaan Iraw Tengkayu di Kota Tarakan

TARAKAN - Sebagai wilayah terluar Indonesia, provinsi Kaltara masih memiliki banyak hutan dan keanekaragaman flora dan fauna di dalamnya. Sehingga saat ini Kaltar memiliki cukup banyak objek wisata, khususnya wisata alam.

Kendati demikian, hingga saat ini objek wisata Kaltara belum begitu populer secara nasional. Sehingga hal ini membuat pemerintah provinsi (Pemprov) kaltara memiliki visi agar objek Kaltara dapat menjadi primadona di dunia wisata nasional maupun internasional.

Hal itulah yang diungkapkan Kepada Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Dr. Njau Anau, di mana saat ini pemerintah telah gencar melakukan mempromosikan objek wisata Kaltara dan budaya Kaltara di kanca nasional.

Hal itu dapat dilihat dari berbagai agenda Pemerintah yang selalu menyelipkan promosi wisata dan budaya melalui pakaian. Selain itu, dalam setiap acara resmi, Pemerintah kerap melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk memajang barang dagangannya agar produk UMKM Kaltara dapat dikenal.

"Kami memang menyiapkan langkah-langkah kolaborasi sebagaimana visi-misi pak Gubernur terkait bagaimana menarik wisatawan dengan menyelipkan promosi wisata dan budaya pada kegiatan-kegiatan Pemerintah. Itu tidak hanya dilakukan di Kaltara tapi dilakukan saat agenda nasional, seperti memakai sesingal atau batik Kaltara," ujarnya, Selasa (4/11).

"Kalau di Kaltara kan masih ada destinasi-destinasi unggulan di 5 kabupaten/kota. Di Kaltara sendiri kita memiliki sekitar 323 spot wisata yang ada. Misalnya Tarakan ada Pantai Amal dan KKMB, di Bulungan ada istana kesultanan Bulungan, Gunung Putih dan lainnya, di Malinau ada Air Terjun Semolon, dan Air Terjun Martin Billa, hingga wisata buatan seperti Embung Geomembran, Tajan Frank Park, di KTT ada air terjun Gunung Rian, Desa Wisata Mangkaban, begitu juga di Nunukan ada Pantai Sebatik, Air Terjun Sianak, Kebun Raya Binusan dan masih banyak lagi," sambungnya.

Diungkapkannya, saat ini Dinas Pariwisata Kaltara mencatat terdapat 323 objek wisata yang tersebar di 5 Kabupaten/Kota. Namun demikian, ia memperkirakan masih banyak objek Kaltara yang belum terdata lantaran lokasinya yang sulit terakses karena berada di tengah rimbunan hutan. Namun demikian, dengan jumlah yang ada, menurutnya sudah cukup banyak memberikan pilihan wisatawan.

"Tidak mungkin kami hafal satu persatu itu banyak sekali. Saat ini objek-objek wisata Kaltara belum banyak dikenal secara nasional. Makanya lewat acara budaya kita sekalian mengenalkan kalau di Tarakan ada wisata ini loh, di Malinau ada ini loh kepada tamu dari luar Kaltara. Tentu harapannya agar mereka tertarik dan penasaran mengunjungi lokasi yang kita informasikan," terangnya.

"Kami imbau kepada masyarakat Kaltara untuk bangga terhadap spot wisatanya dan bila perlu ikut mempromosikan melalui media sosial. Kan saat ini siapa sih yang tidak punya media sosial, hampir semua masyarakat memiliki media sosial. Sehingga semakin populernya objek wisata di Kaltara, akan membuat objek tersebut terkelola dengan baik," lanjutnya.

Saat disinggung terkait banyaknya objek wisata yang kurang terawat, Njau mengakui jika sebagian objek wisata belum terkelola secara maksimal. Menurutnya, hal ini tidak terlepas lantaran masih minimnya jumlah pengunjung.

Sehingga minimnya pengunjung membuat pembenahan dilakukan melihat prioritas. Kendati begitu, ia menegaskan jika pembenahan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan daerah.

"Memang saat ini pengelolaan di sebagian objek belum maksimal, kita harus akui itu. Tapi seiring waktu berjalan Pemkab dan pemkot di Kabupaten kota ini mulai membenahi objek wisatanya. Termasuk dari segi keamanan dan kenyamanan pengunjung. Makanya Pemprov Kaltara aktif melakukan pembinaan kepada masyarakat di sekitar objek wisata untuk menjaga objek wisata termasuk tidak membuang sampah sembarangan,"jelasnya.

"Pemerintah bimbing mereka bagaimana objek wisata ini bisa menghasilkan pundi-pundi rezeki bagi mereka di sekitar objek wisata misalnya dengan berjualan atau menawarkan jasa tour guide. Pemerintah melarang keras adanya praktik pungli di objek wisata, kalau ada yang seperti itu maka pemerintah akan menindaklanjuti," ucapnya.

"Meski objek wisata Kaltara tidak seramai seperti di Jawa, tapi Pemprov telah mengantisipasi sejak jauh hari untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan wisatawan. Makanya setiap objek wisata dianjurkan untuk dikelola baik swasta, perumda atau instansi pemerintahan. Termasuk wilayah perparkiran untuk dikelola pemerintah supaya tidak ada praktik pungli," pungkasnya. (zac).

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #pemprov