TARAKAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarakan menyebutkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 4,8 yang terjadi di Tarakan tidak berpotensi tsunami dan juga menginformasikan bahwa hingga saat ini, BMKG belum memantau adanya gempa susulan, Rabu (5/11) malam.
Kepala BMKG Tarakan, M. Shulam Khilmi menjelaskan, gempa susulan biasanya memiliki kekuatan yang lebih kecil daripada gempa utama.
Ia juga menekankan bahwa belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan gempa akan terjadi.
"Dengan kondisi saat ini yang sudah satu jam setelah gempa dan belum ada tanda-tanda gempa susulan, masyarakat diimbau untuk memasuki rumah kembali.
Rumah sakit yang telah mengevakuasi pasien juga dapat memasukkan kembali pasien ke ruang perawatan," ujarnya.
Dirinya menegaskan, BMKG Tarakan mengklarifikasi bahwa informasi prediksi waktu gempa susulan di Tarakan adalah tidak benar atau hoaks.
Informasi tersebut beredar di media sosial dan pesan berantai, namun tidak bersumber dari BMKG.
"BMKG tidak memiliki teknologi untuk memprediksi waktu, lokasi, dan kekuatan gempa bumi secara pasti. Informasi yang beredar tentang prediksi gempa susulan pada jam tertentu adalah hoaks dan tidak dapat dipercaya," tegasnya.
Gempa bumi dengan magnitudo 4,8 terjadi pada Rabu, 5 November 2025 pukul 17:37:11 WIB, dengan lokasi episenter sekitar 24 km tenggara Tarakan. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang resmi.
"BMKG akan terus memantau aktivitas seismik secara real-time dan menyampaikan informasi terbaru jika terdeteksi adanya gempa susulan yang signifikan.
Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang tidak bersumber dari BMKG dan menggunakan kanal resmi BMKG untuk memperoleh informasi yang benar dan terkini," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim