TARAKAN - Duta Baca Tarakan mengungkapkan bahwa literasi digital dapat menjadi kunci meningkatkan minat baca generasi muda di Tarakan.
Duta Baca Kota Tarakan, Siti Muti,ah Syam mengatakan, salah satu program yang di perkenalkan yaitu aplikasi baca digital seperti iPusnas dapat diakses dengan mudah dan gratis, sehingga memungkinkan generasi muda untuk membaca di mana saja dan kapan saja.
"Namun sayangnya aplikasi ini belum terlalu populer atau dimanfaatkan secara maksimal, sebagai pengguna iPusnas sendiri, saya merasa aplikasi ini sangat membantu anak muda bisa mengakses ribuan buku hanya dengan handphone, tanpa harus pergi ke perpustakaan fisik. Jadi literasi bisa dilakukan di mana saja bahkan sambil rebahan sekalipun," ujarnya, Selasa (4/11).
Ia juga menyebutkan bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan program literasi di Tarakan di era rebahan adalah pola pikir tentang literasi yang masih terbatas pada membaca buku fisik.
Banyak yang masih menganggap literasi itu cuma membaca buku fisik, padahal sebenarnya maknanya jauh lebih luas.
"Jadi kalau kita ngajak anak-anak atau remaja untuk ayo tingkatkan literasi, mereka langsung kebayang harus baca buku tebal, padahal membaca itu sudah jadi rutinitas juga di hal-hal lain yang mereka lakukan sehari-hari. Misalnya baca berita online, caption di Instagram, artikel di website, atau bahkan obrolan digital. Itu semua bagian dari literasi juga," jelasnya.
Tantangan berikut nya yang bikin program literasi terasa cukup menantang, karena harus merubah pola pikir itu dulu, perlu buktikan kalau baca itu nggak selalu harus duduk buka buku berjam-jam, tetapi bisa lewat medium yang mereka sudah biasa pakai.
"Tantangannya memang besar, apalagi di era rebahan kayak sekarang. Tidak semua anak punya gadget sendiri, kadang milik orang tua. Nah, dari sini kita bisa mengenalkan aplikasi baca gratis dan legal. Contohnya iPusnas, Let’s Read, yang bisa diakses lewat HP tanpa harus ke perpustakaan," katanya.
Duta Baca Tarakan juga mengungkapkan bahwa teknologi digital dapat membantu meningkatkan minat baca generasi muda dengan aplikasi baca digital yang dapat diakses dengan mudah dan gratis.
"Teknologi digital itu sangat menarik dan punya potensi besar untuk meningkatkan minat baca," katanya.
Ia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menginspirasi anak muda di Tarakan agar lebih peduli dengan literasi. Kedepannya, ia juga berencana menjalankan beberapa program khusus untuk meningkatkan minat baca di kalangan anak muda Tarakan.
Salah satunya dengan berkolaborasi bersama komunitas-komunitas literasi yang sudah ada, agar semakin banyak ruang dan kesempatan bagi mereka untuk belajar dan berkembang.
"Dengan begitu, gerakan literasi ini tidak hanya digerakkan oleh saya, tapi dapat tumbuh bersama dengan generasi muda Tarakan yang lain. Semoga api kecil literasi dapat selalu menyala di hati setiap orang," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim