Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Sampah Menumpuk Dikeluhkan Warga Karang Anyar, DLH Tarakan Lakukan Pembersihan

Wien Ratar • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:34 WIB
NATANAEL/RADAR TARAKAN SOLUSI: DLH bersama para ketua RT melakukan kegiatan pemagaran TPS secara swadaya
NATANAEL/RADAR TARAKAN SOLUSI: DLH bersama para ketua RT melakukan kegiatan pemagaran TPS secara swadaya

TARAKAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tarakan bersama lurah dan 23 RT di wilayah Kelurahan Karang Anyar menggelar pembersihan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jl. Seroja.

Sebelumnya, tumpukan sampah yang tidak terangkut dengan baik tidak hanya menimbulkan aroma tak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar. Sehingga DLH langsung melakukan penanganan yang serius dan tepat waktu untuk mengatasi masalah ini.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Tarakan, Edhy Pujianto, mengatakan bahwa sebenarnya sebelum adanya laporan masyarakat sudah diprogramkan melalui rapat konsolidasi bersama para lurah untuk mengatasi masalah penumpukan sampah.

"Hari ini kami dari DLH menurunkan lima armada untuk membackup penumpukan sampah yang tidak sempat terangkut tuntas dan dari beberapa RT kita bekerjasama untuk melakukan pemagaran," ujarnya, Kamis (30/10).

Dirinya menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan perbaikan manajemen pengelolaan termasuk intensifikasi program semesta sampah mandiri yang berjalan di 23 RT di Kelurahan Karang Anyar.

"Kami juga sudah bersepakat untuk menerapkan jadwal piket untuk mencegah oknum-oknum yang membuang sampah di jam operasional yaitu pagi dan siang dan nantinya juga akan ada petugas yang menjaga di sini agar tidak terjadi penumpukan sampah baru lagi jika ada yang didapati melanggar akan dikenakan sanksi," jelasnya.

Edhy menambahkan bahwa normalnya sampah semesta mandiri yang ditangani itu cukup dengan satu armada dengan dua kali retase sebenarnya sudah tuntas.

"Penumpukan yang terjadi kemarin itu karena adanya transisi juga, tetapi yang lebih berpengaruh itu mereka yang membuang secara liar seperti menggunakan pickup tiap hari," ungkapnya.
DLH mengimbau kepada masyarakat yang membuang sampah secara mandiri agar menghentikan kegiatan tersebut kemudian silakan menghubungi RT-nya masing-masing untuk pengangkutan sampah dari rumah ke rumah.

"Nanti tinggal membayar iuran yang tidak seberapa hanya Rp25.000 per bulan," pungkasnya. (*nkh/).

Editor : Azwar Halim
#kaltara #karang anyar #DLH Tarakan