TARAKAN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tarakan tengah mempercepat proses pengerjaan agregat pada akses jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Juata Kerikil.
Langkah ini dilakukan agar jalur menuju lokasi pembuangan sampah yang baru bisa segera dimanfaatkan dengan lebih nyaman dan fleksibel, mengingat TPA Hake Babu telah mengalami over capacity.
Kepala DPUPR Kota Tarakan, Fandariansyah mengatakan, pihaknya tengah bekerja keras dalam upaya percepatan penggunaan fungsi jalan agar dapat digunakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan, dengan target agregat jalan rampung di akhir tahun mendatang.
"Target kita Desember ini selesai, mengingat akses menuju TPA cukup panjang yaitu 2 kilometer," ujarnya, Senin (27/10).
Fanda menyebut total anggaran untuk pengerjaan keseluruhan mulai dari agregat hingga pengaspalan menelan hingga Rp 3 miliar, namun pengerjaan dilakukan bertahap.
"Ya, untuk sementara kita agregat jalan dulu, jadi dana yang keluar juga bertahap, yang penting bisa dilalui truk-truk sampah dari tiap TPS3R dulu," terangnya.
Lebih lanjut, proses semenisasi atau pengaspalan diperkirakan baru akan terwujud awal tahun depan. DLH Tarakan sendiri berharap proses perbaikan akses jalan menuju TPA Juata Kerikil dapat difinalisasi sesegera mungkin.
"Dari DLH sendiri pengen cepat ya, karena TPA lama sudah tidak sanggup menampung sampah, intinya agregat jalan ini sebenarnya sudah bisa dilewati truk-truk, setidaknya kegiatan penampungan sampah di TPA baru bisa lebih aktif," jelasnya.
Ia berharap target rampung di akhir tahun dapat benar-benar terealisasi agar kondisi jalan dapat layak dilewati, dan keseluruhan aktivitas pembuangan sampah kota dapat benar-benar terpusat di TPA Juata Kerikil.
"Tahun ini harus benar-benar sudah pindah dari TPA lama, kita akan percepat waktu pengerjaan," tutupnya. (*wld)
Editor : Azwar Halim