TARAKAN - Harga emas di Pegadaian terus menunjukkan tren kenaikan signifikan. Hingga Minggu (26/10), harga emas batangan Galeri 24 sebesar Rp 2.443.000 per gram, sedangkan emas UBS Rp 2.452.000 per gram, menjadi salah satu harga tertinggi sepanjang tahun ini.
Kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai mempertimbangkan langkah untuk menjual atau tetap menahan tabungan emas mereka.
Kepala Cabang Pegadaian Tarakan, Yasir mengungkapkan, kenaikan harga emas terjadi secara bertahap sejak awal Oktober. "Harga ini termasuk salah satu yang tertinggi dalam sejarah transaksi emas," ujarnya.
Menurutnya, faktor penyebab kenaikan harga emas antara lain dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global serta tingginya permintaan terhadap logam mulia sebagai instrumen lindung nilai.
"Emas menjadi pilihan aman di tengah situasi ekonomi dunia yang belum stabil. Banyak masyarakat memilih berinvestasi di emas karena nilainya cenderung naik," jelasnya.
Sementara itu, sebagian warga Tarakan yang menabung emas di Pegadaian mulai menimbang langkah untuk mencairkan sebagian tabungannya. Salah satunya, Aldyan, warga Kelurahan Karang Balik.
Ia mengaku sempat tergoda menjual emas tabungannya setelah melihat perkembangan harga emas yang hampir menembus Rp 2,5 juta.
"Sempat ingin jual, tapi saya pikir mending ditahan dulu. Biasanya kalau sudah naik begini, bisa jadi nanti tembus lebih tinggi," tuturnya.
Hal berbeda ditunjukkan Panca, pengusaha toko obat di daerah Sebengkok yang juga memiliki tabungan emas. Ia justru menjual sebagian emasnya, baginya momentum harga tinggi ini bisa dimanfaatkan untuk menambah modal usaha kecil yang sedang ia jalankan.
"Secara saya sudah nabung bertahun-tahun, saya ambil setengah dulu, sisanya disimpan. Lumayan buat tambahan modal, tapi masih punya pegangan emas kalau harga naik lagi," katanya.
Pegadaian Tarakan mencatat, tren masyarakat yang menabung emas terus meningkat meskipun harga sedang tinggi. Yasir menyebut, program Tabungan Emas masih menjadi produk unggulan karena memudahkan masyarakat untuk berinvestasi mulai dari nominal kecil.
"Apalagi sekarang bisa nabung emas lewat aplikasi digital, serba mudah, trennya sedang positif saat ini," jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam mengambil keputusan investasi, pastikan memiliki kebutuhan yang benar-benar mendesak sebelum menjual emas, agar nilai investasi yang sudah terkumpul tidak hilang begitu saja akibat keputusan yang tergesa-gesa.
"Harga emas memang naik, tapi kita perlu lihat tujuannya dulu. Kalau untuk jangka panjang, menahan emas bisa lebih menguntungkan. Namun kalau ada kebutuhan mendesak, menjual sebagian juga tidak masalah," pungkasnya. (*wld)
Editor : Azwar Halim