TARAKAN - Harga berbagai jenis cabai di Kota Tarakan mengalami penurunan signifikan pada Oktober ini. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (DKUKMP) Tarakan, sebagian besar komoditas cabai tercatat turun cukup tajam dibandingkan bulan sebelumnya.
Dalam data yang dihimpun DKUKMP, harga cabai merah besar turun dari Rp 60 ribu per kilogram pada September menjadi Rp 35 ribu di bulan Oktober. Cabai hijau besar juga turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Sementara cabai keriting tercatat stabil di angka Rp 50 ribu per kilogram tanpa perubahan harga.
Penurunan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah lokal, yang anjlok dari Rp 75 ribu menjadi hanya Rp 40 ribu per kilogram.
Kemudian cabai rawit merah kapal turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit hijau masih tidak mengalami perubahan dibanding bulan lalu, yakni tetap bertahan di angka Rp 80 ribu per kilogram.
Ninik, salah seorang pedagang cabai di Pasar Gusher Tarakan mengungkapkan, penurunan harga ini sudah mulai terasa sejak awal Oktober. Ia menyebut, turunnya harga membuat penjualan meningkat, namun margin keuntungan sedikit berkurang.
"Pembeli lumayan meningkat akhir-akhir ini karena harganya turun, walaupun untungnya juga menipis, tapi tetap lebih menguntungkan," ujarnya Jumat (24/10).
Hal senada disampaikan Pio, penjual cabai di Pasar Tenguyun. Ia menilai turunnya harga cabai disebabkan stok dari daerah pemasok seperti Sulawesi yang lebih lancar dibanding bulan lalu.
"Bulan lalu sebenarnya juga menurun, tapi sekarang lebih jauh lagi turunnya. Pasokan lagi banyak dan lancar pengirimannya,” ungkapnya.
Para pedagang berharap kondisi harga yang relatif stabil ini dapat bertahan hingga akhir tahun, terutama menjelang masa libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Diharapkan juga pemerintah daerah terus melakukan pemantauan harga harian di pasar-pasar utama guna memastikan tidak ada gejolak harga yang bisa merugikan baik pedagang maupun masyarakat. (*wld)
Editor : Azwar Halim