Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dua Atlet Karate Kaltara Terhenti, Pelatih: Jadi Pembelajaran untuk Kejuaraan Berikutnya

Eliazar Simon • Kamis, 23 Oktober 2025 | 17:59 WIB

 

ELIAZAR/RADAR TARAKAN  BERLAGA : Atlet karate Kaltara Muhammad Rahmadi "biru" Raihansyah kalah tipis 1–0 dari atlet Riau di PON Bela Diri 2025
ELIAZAR/RADAR TARAKAN BERLAGA : Atlet karate Kaltara Muhammad Rahmadi "biru" Raihansyah kalah tipis 1–0 dari atlet Riau di PON Bela Diri 2025

KUDUS – Dua atlet karate asal Kalimantan Utara (Kaltara) harus mengakui keunggulan lawan di ajang PON Bela Diri 2024 yang digelar di Gor Kaliputu Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/10).

Pada kelas Kumite 60 kilogram putra, Muhammad Rahmadi Raihansyah kalah tipis 1–0 dari atlet Riau, Rafif Alfisyahri. Sementara di nomor Kata perorangan putra, M. Fathy juga harus mengakui ketangguhan karateka asal Sumatera Barat, Jeprisal.

Pelatih tim karate Kaltara Shafridha mengatakan, hasil dua partai tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi para atlet muda Kaltara yang baru pertama kali tampil di ajang sekelas PON Bela Diri.

“Hari ini kami hanya turun di dua partai, dan memang satu kali main saja. Tapi itu sudah cukup jadi pelajaran bagi mereka, terutama untuk persiapan event-event selanjutnya,” ujar Shafridha saat ditemui usai pertandingan.

Menurutnya, Raihansyah sempat tampil ragu-ragu di awal pertandingan karena belum pernah bertemu dengan lawannya dari Riau. Kondisi ini membuat peluang mencetak poin menjadi terbatas.

“Namanya pertandingan seperti ini, dia memang harus bisa lihat peluang. Tapi karena belum pernah ketemu, mereka sama-sama hati-hati. Saat benturan tadi, sebenarnya bisa sama-sama dapat poin, tapi yang dikasih justru lawan. Bisa dibilang sedikit pecolongan,” jelasnya.

Meski begitu, Shafridha menegaskan bahwa peluang bagi atlet Kaltara belum sepenuhnya tertutup. Dalam sistem pertandingan karate, masih ada kemungkinan melalui repechage, yaitu kesempatan bagi atlet yang kalah dari calon finalis untuk kembali bertanding memperebutkan medali perunggu.

“Kalau lawannya tadi bisa sampai ke final, Raihansyah masih punya peluang untuk rebut juara tiga lewat sistem repechage. Jadi kami tetap berharap begitu,” katanya.

Terkait pertandingan berikutnya, pelatih Kaltara itu menaruh harapan besar kepada Noval, atlet andalan lainnya yang akan tampil di nomor berbeda.

“Insya Allah untuk Noval kami cukup optimistis. Pengalamannya sudah lumayan, jangkauannya juga bagus. Kalau dia menang, langsung masuk ke semifinal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, berbeda dengan beberapa cabang olahraga lain, sistem di karate tidak langsung memberikan dua juara tiga bersama, melainkan melalui babak tambahan antar-atlet yang dikalahkan oleh finalis.

“Yang dikalahkan oleh finalis satu akan saling berhadapan, begitu juga dengan yang dikalahkan oleh finalis dua. Pemenangnya nanti yang jadi juara tiga bersama,” pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#tarakan #kaltara #PON Bela Diri 2025