TARAKAN - Sekolah Rakyat Terintegrasi 59 Tarakan menargetkan 100 siswa untuk tahun ajaran ini. Jumlah siswa aktif sudah mencapai 61 siswa, sehingga masih 39 kursi yang tersedia.
Kepala Bidang Sosial Dinsos Tarakan, Jamaluddin mengatakan, pendaftaran masih dibuka untuk memenuhi target dan pihaknya dibantu oleh tim dari Kemensos untuk melakukan pendataan dan verifikasi langsung di lapangan.
"Target kita SD 50 dan SMP 50, dan saat ini SMP masih kurang baru 20 siswa," ujarnya, Selasa (21/10).
Selanjutnya, data yang pihaknya terima dari Kemensos ada sekitar 10 ribu orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Tarakan yang anaknya masuk dalam umur sekolah SD dan SMP.
"Saat ini proses verifikasi masih berjalan, sehingga sekolah rakyat yang sudah berjalan ini perlu kehati-hatian karena untuk menyakinkan si orang tua maupun anak," jelasnya.
Dinsos berharap langkah awal Sekolah Rakyat tidak mengalami kendala dan mendapat dukungan yang baik dari masyarakat sehingga kedepannya bisa berjalan dengan baik.
"Supaya masyarakat memandang Sekolah ini layak untuk menitipkan anak mereka dan semoga akhir tahun kouta bisa terpenuhi." pungkasnya.(*nkh/)
Editor : Azwar Halim