TARAKAN - Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Tarakan mencatat penyerapan tenaga kerja di Kota Tarakan berdasarkan perusahaan yang melapor hingga Juli 2025 sebanyak 260 orang.
Kabid Ketenagakerjaan Disperinaker Tarakan, Hanto Bismoko mengatakan, penyerapan tenaga kerja tahun lalu mencapai 461 orang, sehingga pihaknya berharap tahun ini bisa mencapai sekitar 600 orang.
"Ini berdasarkan yang melapor, tetapi yang tidak melapor juga sangat banyak," katanya, Jumat, (17/10).
Selanjutnya, banyaknya perusahaan yang belum melaporkan tenaga kerja yang mereka serap, menjadi kendala pendataan di Disperinaker.
"Padahal kami selalu berkomunikasi kalau memang ada lowongan kerja perlu disampaikan ke kami," tambahnya.
Disperinaker juga mendorong perusahaan untuk mempekerjakan penyandang disabilitas. Namun, Hanto mengakui bahwa perusahaan saat ini lebih banyak membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus.
"Kendalanya juga perusahaan sekarang lebih banyak membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai skil, sehingga kami berharap para calon pekerja ini bisa bersaing dengan mengikuti pelatihan," ujarnya.
Kemudian perusahaan saat ini memang lebih membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi tertentu.
"Seperti perusahaan PT. PRI ketika membuka loker pasti membutuhkan yang memiliki kompetensi, sedangkan SDM kita belum mempuni," jelasnya.
Disperinaker telah meminta perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada pencari kerja lokal, tetapi perusahaan tetap memiliki standar sendiri.
"Seperti PT. IDEC yang meminta kami mencari tenaga kerja ahli kimia dan operator forklift, tetapi ketika dites mereka tidak berani," tambahnya.
Disperinaker saat ini memang memiliki kendala di anggaran tetapi kedepannya akan menyediakan pelatihan sesuai kebutuhan perusahaan jika anggaran tersedia dan akan membuat MoU dengan perusahaan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
"Jadi kebutuhan apa di perusahaan, kami yang melatih sehingga mereka bisa langsung bekerja di perusahaan tersebut," pungkasnya. (*nkh/).
Editor : Azwar Halim