TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat pengawasan di wilayah perairan Tarakan, khususnya di Pelabuhan Feri Juata Laut.
Peningkatan pengawasan ini dilakukan pada Selasa (14/10) lalu, sebagai bagian dari dukungan program Quick Win 100 hari Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).
Kegiatan yang dilaksanakan oleh personel Bidang Pemberantasan BNNP Kaltara ini difokuskan untuk memperketat pengawasan terhadap lalu lintas barang dan penumpang yang masuk maupun keluar dari Tarakan melalui jalur laut. Pelabuhan Feri Juata Laut dikenal sebagai salah satu pintu gerbang utama menuju Kota Tarakan.
Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho mengatakan, pengawasan di pelabuhan ini merupakan implementasi program kerja pimpinan BNN RI yang baru.
"Kita melakukan berbagai kegiatan dalam program Quick Win 100 hari Kepala BNN RI, terutama di bidang pemberantasan, dengan peningkatan pengawasan di wilayah perbatasan, pelabuhan udara, dan pelabuhan rawan,” ujarnya.
Pemilihan lokasi di Pelabuhan Feri Juata Laut berdasarkan hasil analisis informasi intelijen yang menunjukkan bahwa titik tersebut termasuk daerah rawan peredaran gelap narkotika. Modus yang kerap digunakan pelaku adalah penyelundupan narkotika melalui jalur laut.
“Memang salah satu modus operandi para pelaku adalah melalui jalur laut. Mereka berubah-ubah lokasi, jadi kita terus memantau tren dan perkembangan serta hasil informasi intelijen, sehingga kita lakukan pengawasan di beberapa tempat rawan,” tambah Brigjen Pol. Tatar.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku kejahatan narkotika kini mulai bergeser modusnya dari pelabuhan ke jalur perbatasan darat.
Meski pengawasan yang dilakukan baru-baru ini belum membuahkan hasil berupa penangkapan atau barang bukti, BNNP Kaltara tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas patroli dan pengawasan secara acak di seluruh titik rawan penyelundupan narkotika.
“Kita terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Otoritas Pelabuhan, TNI Angkatan Laut, Badan Intelijen Negara (BIN), serta stakeholder terkait lainnya untuk bersama-sama mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika di Kalimantan Utara,” tegasnya.
Selain pengawasan ketat, BNNP Kaltara juga meluncurkan program kampanye “Ananda” yang ditujukan untuk pemuda sebagai upaya edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.
Dengan langkah-langkah ini, BNNP Kaltara berharap dapat memutus mata rantai peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan di wilayah Kalimantan Utara, khususnya Kota Tarakan. (zar)
Editor : Azwar Halim