TARAKAN - Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional Kota Tarakan mulai mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir.
Kenaikan ini dipicu oleh menurunnya pasokan dari peternak dan pemasok luar daerah, sehingga stok di pasaran menjadi terbatas dan mendorong harga perlahan merangkak naik.
Di Pasar Gusher misalnya, harga telur kecil yang sebelumnya berkisar Rp 58 ribu per piring kini naik menjadi Rp 60 ribu. Begitupun telur ukuran jumbo yang sebelumnya Rp 63 ribu per piring naik jadi Rp 65 ribu.
"Telur naik sekitar Rp 2.000 dari biasanya, sudah sebulan terakhir," ujar Tulahwati, pedagang telur ayam di Pasar Gusher, Minggu (12/10)
Hal serupa terjadi di Pasar Tenguyun, harga telur ayam naik dengan nominal yang hampir sama. Yaser, salah seorang pedagang telur ayam di sana mengaku harga telur ayam sempat mengalami naik turun.
"Sempat turun lalu naik lagi, tapi sekarang naik karena pasokan lagi mandek," ungkapnya. Ia mengungkapkan, naiknya harga telur ayam kerap terjadi menjelang akhir tahun, terutama ketika pasokan dari peternak berkurang akibat cuaca dan tingginya biaya pakan.
"Telur biasanya kita ambil dari Sulawesi, memang beberapa waktu ke belakang pasokan dari petani kurang, jadi stok cepat habis," terangnya.
Belum diketahui sampai kapan kenaikan ini akan berlangsung. Pedagang memperkirakan harga akan kembali stabil jika pasokan dari daerah pemasok mulai lancar seperti sebelumnya.
"Belum ada pembeli yang mempermasalahkan, tapi kita tetap berharap harga telur bisa normal lagi," pungkasnya. (*wld)
Editor : Azwar Halim