TARAKAN - Beberapa jenis ikan di pasar tradisional di Kota Tarakan dilaporkan mengalami kenaikan pada Senin (6/10). Sehingga kondisi tersebut membuat pedagang di pasar ikan Beringin mengeluhkan sepinya pembeli.
Saat dikonfirmasi, Nawir seorang pedagang ikan mengaku terjadi kenaikan ikan jenis layang dan tongkol yang mengalami kenaikan Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.
Untuk jenis ikan layang yang biasanya seharga Rp 25 ribu kini naik hingga Rp 40 ribu. Sementara tongkol dari Rp 30 ribu naik hingga Rp 40 ribu.
Sementara itu bandeng yang sebelumnya mengalami kenaikan dari Rp 15 ribu menjadi Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu, kini kembali normal ke harga semula.
"Kalau ikan bandeng sudah normal sejak hari ini, kembali normal di harga Rp 15 ribu hingga 25 ribu per kilogram. Tergantung besar kecilnya. Sebelumnya kemarin memang harga ikan bandeng tembus di angka Rp 30 ribu perkilo. Kalau ukuran besar bisa Rp 35 ribu," ujarnya, Selasa (7/10).
"Memang bandeng sering naik tiba-tiba. Biasanya faktor air atau cuaca penyebabnya, Orang gagal panen. biasa langsung naik dari pengepulnya. Pernah kapan hari harganya tembus di harga Rp 50 ribu per kg ukuran ikan bandeng paling besar. Satu ekor ikan bandeng bisa sampai 2 kg beratnya. Kami sebenarnya tidak senang kalau harga mahal karena kami susah dapat pembeli," sambungnya.
Diungkapkannya, naik-turunnya adalah hal lumrah karena kondisi seperti cuaca buruk atau mendekati hari besar.
Menurutnya kenaikan tersebut tidak disengaja, melainkan tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan stok yang ada. Diungkapkannya, jika melihat dari sisi pedagang, sebenarnya ia menginginkan harga yang murah lantaran hal tersebut berpengaruh dengan minat belanja pembeli.
Dikatakannya, jika harga ikan mahal, maka biasanya pembeli mengurungkan niatnya membeli ikan.
"Kami tidak suka kalau harga ikan mahal. Kadang itu beda harga seribu dua ribu itu bisa mempengaruhi minat orang. Misalnya, mungkin dia mau beli ikan 5 kilo, karena harga naik Rp 2 ribu dia cuma beli 1 kilo. Kalau dipikir naik Rp 2 ribu dengan harga tetap orang beli banyak, kami pasti pilih orang beli banyak supaya dagangan kami cepat habis," katanya.
"Cuma mau bagaimana lagi, kami juga beli dari pengepul di kapal. Kalau harga dari sananya naik mau tidak mau kami juga menjual menyesuaikan harga," pungkasnya. (zac)
Editor : Azwar Halim