Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

KPH Tarakan Perketat Patroli, Antisipasi Karhutla di Musim Kemarau

Eliazar Simon • Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:23 WIB

 

ISTIMEWA WASPADA : KPH Tarakan meningkatkan antisipasi terjadinya Karhutla dengan memperketat patroli dan menyiagakan seluruh personel di lapangan
ISTIMEWA WASPADA : KPH Tarakan meningkatkan antisipasi terjadinya Karhutla dengan memperketat patroli dan menyiagakan seluruh personel di lapangan

TARAKAN – Memasuki musim kemarau, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Langkah antisipatif dilakukan dengan memperketat patroli dan menyiagakan seluruh personel di lapangan.

Koordinator Polisi Hutan KPH Tarakan Edy Sulianto mengatakan, patroli rutin dilakukan terutama saat kondisi cuaca panas dan tidak turun hujan selama beberapa hari.

“Kalau sudah hampir seminggu tidak hujan, kami langsung siaga. Tim sudah keliling patroli dan peralatan siap digunakan,” ujarnya.

Dalam penanganan Karhutla, KPH Tarakan mengandalkan peralatan pemadaman yang mudah dibawa masuk ke hutan. Di antaranya mobil slip-on dan mesin pemadam portabel jenis Max-3.

“Kalau di hutan, alat portable ini yang jadi andalan. Begitu ada titik api, tim langsung bergerak cepat untuk pemadaman dini sebelum meluas,” jelas Edy.

Dijelaskan Edy, beberapa kawasan rawan Karhutla berada di Kelurahan Pantai Amal (sekitar RT 12) dan Kelurahan Juwata Laut. Sebagian besar kebakaran terjadi akibat pembukaan lahan oleh warga. “Faktor alam sangat kecil. Mayoritas karena pembukaan lahan dengan cara dibakar. Ini yang masih sulit dikendalikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kebakaran besar terakhir terjadi pada Juli–Agustus lalu di sekitar PLTG Binalatung hingga Jalan Swadaya. Dalam pelaksanaan di lapangan, KPH Tarakan tidak bekerja sendiri.

Penanganan Karhutla melibatkan BPBD Kota Tarakan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sudah terbentuk di beberapa kelurahan seperti Juata Kerikil, Kampung Empat, Kampung Enam, dan Pantai Amal.

“Peran MPA ini sangat penting, mereka yang pertama kali bisa tangani api di lokasi sebelum bantuan datang,” tambahnya.

Berdasarkan SK Menteri LHK Nomor 7357 Tahun 2021, luas Hutan Lindung di Tarakan mencapai 7.067,72 hektare, tersebar di sejumlah kelurahan seperti Kampung Satu, Karang Anyar, Kampung Enam, Juwata Kerikil, dan Juwata Laut. Namun, medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

“Kadang lokasi jauh, alat harus digendong masuk, tapi sumber air tidak ada. Itu kendala kami. Kadang harus padamkan manual,” keluh Edy.

KPH Tarakan juga mewaspadai potensi kebakaran di kawasan lahan gambut, terutama di jalur Ring Road Binalatung. Edy berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar terus meningkat.

Sebab, kebakaran sekecil apapun berisiko menimbulkan kerusakan ekosistem dan membahayakan pemukiman.
“Lahan gambut ini unik. Di permukaan bisa mati, tapi apinya tetap hidup di bawah tanah. Penanganannya bisa lama dan butuh teknik khusus,” pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#KPH Tarakan #karhutla #kaltara