TARAKAN - Sempat menggemparkan masyarakat Kota Tarakan dengan kelolosannya pada ajang kontes dangdut nasional, kini Nazwa dan Chantika kembali pulang ke Kota Tarakan setelah kedua kakak beradik ini tersingkir dalam persaingan merebut juara.
Pada kepulangannya ke Tarakan pada Kamis (2/10) lalu, Nazwa dan Chantika disambut pendukungnya. Selain itu, kedatangan kedua pedangdut tersebut juga disambut Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud, anggota DPRD Tarakan Asrin Saleh, Harjo Solaikah dan Randy Ramadhana serta Tokoh Masyarakat Ketua Forum Komunikasi Ketua Rukun Tetangga (FKKRT) H Rusli Jabbah.
Saat dikonfirmasi, Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud menerangkan, Pemkot Tarakan sengaja menyiapkan agenda penjemputan sebagai apresiasi pemerintah daerah terhadap putra-putri daerah yang memperkenalkan Kota Tarakan.
Menurutnya, Nazwa dan Chantika merupakan penyanyi yang memiliki suara cukup bagus. Namun sayangnya kedua kakak beradik ini harus tersenggol di babak 30 dan 17 besar pada ajang kontes Dangdut Akademi.
"Penjemputan ini menjadi bentuk dukungan nyata Pemkot Tarakan terhadap putra-putri daerah yang berprestasi di kancah nasional. Bahwa Pemerintah kota hadir memberikan support. Kita sebut ini kemenangan yang tertunda. Menempuh karier di bidang artistik kita akan support," ujarnya.
"Kita hadir dalam keadaan apapun termasuk jika belum mencapai ekspektasi tertinggi. Bagi kami soal penilaian juri mungkin saja ada faktor tertentu, bisa saja yang lolos tidak murni karena faktor kualitas suara, mungkin ada faktor lain," sambungnya.
Sebagai penyuka musik dangdut, Ibnu mengakui mengikuti perjalanan kompetisi yang dijalani Nazwa dan Chantika.
Menurutnya kedua pedangdut asal Tarakan tersebut seharusnya layak mendapat juara. Namun menurutnya, tidak semua kompetisi berdasarkan penilaian murni. Namun demikian ia tetap bangga pada Nazwa dan Chantika.
"Nazwa bersama Chantika terus berkembang, termasuk juga pegiat seni lainnya di Tarakan. Dua perwakilan Tarakan setidaknya membawa nama Kota Tarakan dan Kaltara semakin dikenal. Keduanya diharapkan terus mengasah kemampuan dan talenta walaupun belum mencapai di level juara tertinggi," katanya.
"Mereka bisa mengisi kegiatan di Tarakan dibandingkan kita undang artis luar. Insyaallah bisa juga tampil di Iraw, bisa tampil di acara atau event lain. Ini artinya mereka bisa mengembangkan diri," terangnya. (zac)
Editor : Azwar Halim