TARAKAN – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus menggalakkan upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan akademisi.
Kali ini, LPS hadir di Universitas Borneo Tarakan (UBT) untuk menyosialisasikan fungsi dan peran LPS, serta stabilitas sistem keuangan kepada 300 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
Antusiasme tinggi ditunjukkan para peserta yang memadati aula acara, menunjukkan kesadaran pentingnya pengetahuan di luar kurikulum kuliah.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UBT, Dr. Heppi Iromo, S.Pi., M.Si, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LPS atas inisiatif edukasi ini. Ia menekankan bahwa belajar tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga bisa didapatkan di mana saja.
"Saya berharap para peserta dapat bertahan dari awal hingga akhir sosialisasi sehingga bisa membawa manfaat yang maksimal," ujarnya.
Kehadiran Dekan FEB, Dr. Mohamad Nur Utomo, S.E., M. Si, beserta jajaran dosen turut memeriahkan dan mendukung penuh kegiatan edukasi ini.
Memahami Fungsi dan Sejarah LPS Sesi materi utama dari LPS dibawakan oleh Sub Manager Kantor Perwakilan LPS II Surabaya, Shabrina Kirgizia Hanum.
Ia memaparkan secara rinci fungsi dan peran utama lembaga tersebut, serta menceritakan sejarah singkat pembentukannya yang menarik.
LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 dan mulai beroperasi penuh pada 22 September 2005.
Kelahiran LPS merupakan penyempurnaan dari skema penjaminan pemerintah sebelumnya yang dikenal sebagai blanket guarantee—yang diterapkan saat krisis moneter 1997-1998.
Karena blanket guarantee dinilai terlalu membebani keuangan negara, LPS hadir sebagai lembaga independen yang berfungsi menjamin simpanan nasabah perbankan.
Tujuan utamanya adalah melindungi simpanan nasabah sekaligus turut aktif dalam memelihara stabilitas sistem perbankan.
Turut mengisi sesi, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltara, yang diwakili Maruli Silitonga, memaparkan materi terkini mengenai sistem pembayaran digital, khususnya tentang QRIS, menambah wawasan peserta tentang inovasi dan keamanan transaksi nontunai.
Suasana semakin meriah saat sesi tanya jawab dan kuis Kahoot digelar. Interaksi yang hidup dan kompetisi dalam kuis menunjukkan tingkat pemahaman yang tinggi dari 300 mahasiswa FEB UBT.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi bekal ilmu yang bermanfaat bagi para calon ekonom dan pebisnis masa depan dalam menghadapi kompleksitas dunia keuangan.
Editor : Azwar Halim