TARAKAN – Mentri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P melakukan kunjungan kerja di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Dalam kunjungannya ke Kaltara, Andi Amran Sulaiman menghadiri langsung dan membuka secara resmi Pekan Daerah (PEDA) ke - III Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) tahun 2025 tingkat Provinsi Kaltara.
Pembukaan PEDA ke – III KTNA Provinsi Kaltara ditandai dengan pemukulan gong oleh Andi Amran Sulaiman. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum, Forkopimda Kaltara, dan Bupati/Wali Kota se- Kaltara.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 29 September – 2 Oktober 2025 ini dilaksanakan di halaman Islamic Center Tarakan dan diikuti oleh kontingen KTNA Kabupatan/Kota se- Kaltara.
Di acara tersebut Andi Amran Sulaiman memberikan ribuan bibit kelapa pandan dan kakau kepada petani kabupatan/kota se- Kaltara.
Mentri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P mengatakan, tujuan kunjungannya kali ini ke Kaltara untuk mengecek langsung persiapan penanaman tanaman strategis di Kaltara.
“Kami berkunjung ke daerah terluar Indonesia, kami keliling mulai dari Sumatra Barat, Sulawesi, Papua Selatan, dan seterusnya, kami ingin mengecek langsung persiapan penanaman tanaman strategis seperti kakau, kopi, kelapa dan seterusnya,” katanya.
Ia menjelaskan, atas arahan Presiden Prabowo, dianggarkan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk bibit dalam bentuk hibah yang disalurkan di seluruh Indonesia.
Anggaran yang disiapkan Rp. 9,95 triliun dan luas lahan yang disiapkan 880.000 hektar di seluruh Indonesia.
“Ini akan menyerap tenaga kerja minimal 1,6 juta diseluruh Indonesia. Bahkan ada tambahan anggaran Danantara, tapi ini dana perbankkan, itu dana yang disiapkan Rp. 89 triliun. Juga dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp.100 triliun lebih. Tahun depan anggaran pertaniain mungkin tertinggi sepanjang sejarah, begitu perhatian Bapak Presiden RI di sektor pertanian, anggaranya Rp. 40 triliun tahun depan,” ungkapnya.
Untuk pertanian di Kaltara, ia telah berbicara dengan Gubernur dan Bupati/Wali Kota se-Kaltara, bagaimana di daerah perbatasan ditanami komoditas strategis yang dibutuhkan negara tetangga Malaysia.
“Seperti tanaman jagung, kelapa, dan kakau, ini sangat dibutuhkan di negara tentangga Malaysia, karena kita juga menang dengan bonus geografi,” katanya.
“Dulu selundupan itu selalu masuk dari negara tetangga. Bawang itu bukan mau dijaga siang - malam tetapi tanam bawang di perbatasan. Ada selundupan buah – buahan, tanam buah – buahan yang menyelundup itu di perbatasan, itulah pertahanan terbaik untuk selundupan komoditas,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, bahwa janji Presiden akan swasemba pangan selama empat tahun.
“Jika tidak ada aral melintang tiga bulan kedepan kita umumkan swasembada dalam waktu yang sangat singkat. Presiden sudah sampaikan itu di PBB. Dulu tahun 2023 kita import sebanyak tiga juta ton, tahun 2024 sebanyak empat juta ton, kurang lebih tujuh juta ton, nilainya Rp. 100 triliun, tapi dalam waktu singkat atas gagasan Bapak Presiden kita stop, dan Insyahallah beras premium sampai saat ini juga tidak ada yang masuk,” tuturnya.
Di Kalimantan Barat pihaknya mulai melakukan ekspor jagung dengan Presiden. Terget di Kaltara adalah kelapa pandan, kakau dan kopi. Ini merupakan komitmen Presiden Prabowo untuk membantu petani agar petani di seluruh Indonesia sejahtera. (adv/dob)
Editor : Azwar Halim