TARAKAN - Calon jemaah haji (CJH) Kota Tarakan saat ini sedang melakukan berbagai persiapan penting, yaitu pembuatan paspor untuk keberangkatan mereka pada Maret hingga Mei 2026.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tarakan, Asmawan mengatakan, bahwa proses pembuatan paspor baru untuk CJH sudah mencapai 80 persen dari kuota sekitar 150 orang.
"Sebanyak 113 orang telah melakukan pembuatan paspor baru, dan mayoritas di antaranya adalah kaum perempuan," katanya, Kamis (25/9).
Dirinya menambahkan, bagi jemaah haji yang sudah memiliki paspor lama, akan dilakukan foto bio visa, kemudian Kemenag tidak hanya melayani CJH asal Tarakan saja, tetapi juga dari luar daerah seperti Bunyu, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo.
"Kami tidak membeda-bedakan jemaah untuk melakukan pemototoan bio visa, semua kami layani," ujarnya.
Namun, ia menyebutkan kendala dalam pembuatan paspor baru biasanya terkait dengan perbedaan nama jemaah pada setoran awal SPPH dengan dokumen yang sekarang, seperti KTP.
"Jika kesalahannya tidak terlalu berat, kami akan melakukan update data di Siskohat," jelasnya.
Kemenag juga mengimbau kepada seluruh CJH untuk menjaga kesehatan dan memperhatikan pola makan, karena keberangkatan jemaah akan ditentukan oleh hasil istitoha, selain dari segi materi di tentukan juga kesehatan.
"Rajin-rajinlah melakukan kontrol ke dokter jika memang ada riwayat penyakit selama ini, agar pada saat keberangkatan semua dalam keadaan sehat," pungkasnya.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim