TARAKAN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) terus meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan guna mencegah praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) secara ilegal.
Modus operandi yang melibatkan warga negara asing ini sudah lama menjadi perhatian, terutama di daerah-daerah perbatasan.
Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Kaltimtara Syahrioma Delavino menjelaskan, pengawasan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) semakin diperketat.
Baru-baru ini, Kantor Imigrasi Tarakan berhasil mengamankan seorang warga negara Tiongkok yang diduga merekrut warga negara Indonesia untuk bekerja secara ilegal di luar negeri.
“Penguatan sarana dan prasarana di TPI sangat penting untuk mendukung kinerja petugas. Contohnya, kejadian mati lampu dapat menjadi celah bagi orang yang masuk daftar cekal untuk lolos,” ujar Syahrioma.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap penguatan infrastruktur di TPI, terutama terkait keamanan listrik. “Jangan sampai pada saat keberangkatan lampunya mati, ini bisa menjadi modus yang dimanfaatkan. Misalnya, TPI Maludung lampu mati, sehingga orang yang masuk daftar cekal bisa lolos,” tegasnya.
Syahrioma menyebutkan, dengan merekrut 32 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru dari wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, kualitas sumber daya manusia (SDM) Imigrasi di Kaltara semakin meningkat.
Selain pengawasan di TPI, pihak Imigrasi juga melakukan pengawasan di luar TPI, termasuk di daerah seperti Tanjung Selor dan Pelabuhan Malundung Tarakan. Tim Imigrasi rutin melakukan pemeriksaan terhadap keberadaan orang asing di wilayah tersebut.
“Kami melayani masyarakat dan orang asing sesuai aturan, memberikan KITAS jika persyaratan lengkap. Namun, di lapangan kami telusuri dan cek satu per satu apakah mereka sesuai dengan izin tinggal yang diberikan,” jelas Syahrioma.
Untuk memperkuat pengawasan wilayah perbatasan, Imigrasi Kaltimtara aktif berkolaborasi dengan berbagai instansi, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI). Syahrioma menyampaikan, ia baru-baru ini mengunjungi Nunukan dan Pulau Sebatik untuk bertemu dengan petugas Pengamanan Perbatasan (Pamtas).
“Kami saling bekerja sama dalam pengawasan. Sinergi ini sangat penting agar pengawasan dapat berjalan maksimal,” katanya.
Syahrioma menegaskan, tanpa dukungan dari masyarakat dan instansi pemerintah lain, pengawasan terhadap TPPO ilegal tidak akan efektif.
“Kami sangat membutuhkan sinergi yang kuat untuk mengantisipasi perdagangan orang ilegal di wilayah perbatasan,” pungkasnya. (zar)
Editor : Azwar Halim