TARAKAN - BPBD Tarakan hingga saat ini sudah menangani 13 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tarakan kemudian wilayah yang paling banyak terdampak yaitu Kelurahan Pantai Amal dengan 7 titik lokasi disuaul Kelurahan Kampung Satu Skip 3 titik lokasi karhutla.
Kepala BPBD Kota Tarakan,Yonsep Mengungkapkan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan pihaknya melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) yang berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dalam menghadapi kejadian karhutla.
Kegiatan ini diikuti oleh jajaran tim teknis BPBD Tarakan dan membahas materi utama mengenai metode serangan 1 dan 2 serta teknik relay pump dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
"Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan keterampilan personel TRC PB dalam merespons bencana secara cepat, tepat, dan efektif," ujarnya, Jumat (19/9).
Yonsep menekankan, pentingnya kesiapsiagaan personel di lapangan karena karhutla merupakan salah satu potensi bencana yang harus diantisipasi bersama, khususnya di wilayah Tarakan.
"Dengan peningkatan kapasitas ini, kita harapkan TRC PB semakin sigap dan solid dalam melaksanakan tugas penanggulangan bencana," jelasnya.
Selain memberikan pembekalan teknis, kegiatan ini juga memperkuat solidaritas dan koordinasi tim dalam upaya penanggulangan bencana.
"BPBD Kota Tarakan tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan kebencanaan, khususnya dalam pencegahan dan penanganan karhutla," pungkasnya.(*nkh/).
Editor : Azwar Halim