Tarakan - Kegagalan tak selalu berarti akhir. Itulah yang dialami dua anak muda asal Kalimantan Utara, Raihana Aulia Hanifiah dari Sebatik dan Muhammad Reza dari Tarakan.
Raihana sempat kandas saat seleksi masuk universitas impiannya, sementara Reza gagal saat tes kepolisian. Namun, dari kegagalan itulah keduanya justru menemukan jalan lain yang lebih luas, meraih beasiswa kuliah di Tiongkok.
Dari Sebatik Barat, ada Raihana Aulia Hanifiah, gadis kelahiran 12 Januari 2007. Putri seorang nelayan dan ibu rumah tangga ini sebentar lagi akan melanjutkan studi di Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College, jurusan Aquaculture Technology.
Raihana mengaku tak pernah membayangkan dirinya bisa kuliah di luar negeri. Awalnya ia menargetkan kuliah di Universitas Halu Oleo, Kendari, namun gagal dalam seleksi.
Dorongan orang tua membuatnya mencoba jalur beasiswa ke Tiongkok melalui agen pendidikan wangsmart_edu. Demi persiapan, ia bahkan mengikuti kursus bahasa Mandarin selama tiga bulan di Sebatik.
"Orang tua saya mendukung penuh, karena mereka yakin peluang kerja lebih besar bila saya kuliah di luar negeri,” ujarnya kepada Radar Tarakan.
Sementara itu, dari Tarakan, ada Muhammad Reza yang juga sukses mendapatkan beasiswa ke Tiongkok. Ia diterima di Jiangsu Maritime Institute jurusan E-Commerce.
Perjalanan Reza menuju mimpinya tak selalu mulus. Ia pernah gagal saat mengikuti tes kepolisian, namun kegagalan itu justru menjadi titik balik.
Berkat informasi dari kakak sepupu yang pernah kuliah di Tiongkok, Reza akhirnya berani mencoba hingga akhirnya lolos.
“Rasanya sangat haru dan bangga, karena pencapaian ini bukan hanya untuk diri saya, tetapi juga membuktikan bahwa anak-anak muda Kaltara punya kesempatan yang sama untuk bermimpi besar,” katanya.
Baik Raihana maupun Reza kini menatap masa depan dengan penuh semangat. Raihana ingin bekerja di perusahaan besar setelah lulus, sementara Reza bercita-cita kembali ke daerah untuk mengembangkan ilmu di bidang e-commerce.
Dua anak muda ini sepakat bahwa kegagalan bukan akhir, melainkan jalan menuju kesempatan lain yang lebih baik.
Mereka pun menitipkan pesan untuk generasi muda Kaltara: jangan takut bermimpi, jangan takut mencoba, dan teruslah menuntut ilmu—bahkan sampai ke negeri Tiongkok. (Eru)
Editor : Azwar Halim