Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Warga di Tarakan Dibacok OTK, Polisi Lakukan Penyelidikan

Eliazar Simon • Minggu, 14 September 2025 | 18:38 WIB

 

ISTIMEWA DIRAWAT : Korban yang dirawat di rumah sakit usai dibacok orang tak dikenal
ISTIMEWA DIRAWAT : Korban yang dirawat di rumah sakit usai dibacok orang tak dikenal

TARAKAN – Seorang warga RT 13, Kelurahan Selumit, Kecamatan Tarakan Tengah, menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK). Korban mengalami luka serius di kedua tangan akibat sabetan senjata tajam, Sabtu (13/9) sekitar pukul 17.00 WITA.

Keluarga korban Ijonk mengatakan, ia menerima informasi dari rekannya bahwa korban telah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan atau RS Carsa dalam kondisi terluka parah.

“Saya dapat kabar langsung ke rumah sakit. Korban sudah terbaring di ruang tindakan, dan kedua tangannya sudah dijahit,” ujarnya.

Menurut penuturan korban, saat itu ia sedang berjalan bersama seorang pria yang tidak dikenal, tepat di sekitar kawasan Jembatan Besi, Kelurahan Lingkas Ujung, Kecamatan Tarakan Timur. Tiba-tiba, korban diserang oleh pria tersebut dengan sebilah parang tanpa adanya peringatan.

“Katanya ditimpas pas lagi jalan bareng laki-laki yang dia enggak kenal. Pas kejadian, korban belum terlalu sadar karena masih pengaruh obat bius,” tambah Ijonk.

Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa sebelum kejadian, korban sempat mendatangi sebuah warung sembako di kawasan Jembatan Besi. Ia diduga hendak mengambil sebungkus rokok, namun tidak diketahui pasti apa maksud kedatangannya.

“Enggak lama kemudian, pelaku langsung serang korban pakai parang. Enggak ada cekcok dulu, langsung diserang. Dugaan saya, memang ada masalah sebelumnya antara keduanya,” ujar saksi.

Ia menambahkan, ada dugaan pelaku menyimpan dendam terhadap korban, lantaran keduanya sempat terlibat perselisihan belum lama ini.

“Sebelumnya memang pernah ribut. Jadi waktu ketemu lagi di situ, pelaku langsung nekat. Kondisi di sana juga sepi, jadi enggak banyak yang tahu atau dengar ada keributan,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, AKP Ridho Pandu Abdillah, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan penganiayaan tersebut dari keluarga korban.

“Laporan kami terima pada Sabtu (13/9) sekitar pukul 18.00 WITA. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian,” jelasnya.

Ridho menambahkan, dari keterangan awal yang disampaikan pihak keluarga dan korban, tidak ditemukan adanya indikasi perampokan atau kehilangan barang berharga dalam peristiwa tersebut.

Disinggung terkait bahwa korban mengalami gangguan kesehatan, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab belum ada hasil pemeriksaan psikiater. "Kalau dugaan dendam lama belum bisa kami pastikan. Kami masih melakukan penyelidikan," pungkasnya. (zar)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #warga tarakan #otk #pembacokan